Portal Berita Akurat dan Inspiratif - Mengedukasi Nusantara

Bakal Calon Dilarang Kampanye Sebelum Serahkan Surat Cuti

Suaranusa.com, Mataram – Komisi pemilihan Umum (KPU) Nusa Tenggara Barat (NTB) mengharuskan setiap bakal pasangan calon yang saat ini menajbat sebagai kepala daerah untuk menyampaikan izin cuti jika ingin berkampanye.

“Seluruh bakal calon yang saat ini menjabat sebagai kepala daerah harus menyampaikan ke kami izin cutinya. Kalau tidak mereka tidak boleh berkampanye,” ujar Lalu Aksar Ansori, Ketua KPU NTB, Jumat (19/1/2017).

Aksar mengatakan, Secara teknis, surat cuti akan dikeluarkan oleh pihak yang melantik sang kepala daerah. Jika kepala Daerah itu adalah Gubernur atau Wakil Gubernur maka surat cuti itu dikeluarka oleh Menteri Dalam Negeri (Mendagri).

Sedangkan jika calon tersebut saat ini menjabat sebagai Bupati/ Wakil Bupati atau Walikota/ Wakil Walikota maka surat izin cuti itu dikelurakan oleh Gubernur.

Karena itu, kata Aksar, Surat Izin cuti tersebut menjadi salah satu syarat utama pencalonan sesuai dengan Peraturan Komisi pemilihan Umum (PKPU). Yang mana surat izin tersebut harus diserahkan ke KPU sebelum kampanye.

Jika tidak diserahkan dan sang kandiodat tetap tetap ngotot berkampanye maka hal itu dianggap pelanggaran oleh KPU dan akan menjadi ranah Badan Pengawas Pemilu (Bawaslu ) untuk menindak calon tersebut.

“Intinya para calon tidak boleh berkampampanye sebelum surat cuti itu keluar. Kalau tetap kampanye, ya pelanggaran, dan bawaslu akan menindak tegas kandidat calon yang melanggar,” tandas Aksar.

Untuk diketahui, pada pemilihan Gubernur (Pilgub) NTB yang akan digelar 27 Juni 2018 mendatang, empat orang bakal calon yaitu Suhaili, Muhammad Amin, Ahyar Abduh, dan Ali Bin Dahkan saat menjabat kepala daerah.

 

(SN-01)

Leave A Reply

Your email address will not be published.