Portal Berita Akurat dan Inspiratif - Mengedukasi Nusantara

Kisah Emil Ranggabarani, Terpilih Sebagai Ketua FAS Saat Kakaknya Meninggal Dunia

Suaranusa.com, Mataram- Buah jatuh tak jauh dari pohonnya, mungkin pepatah itu layak disematkan kepada Amir Zaman Fiqra Ranggabarani (Emil) putra Anggota DPRD NTB Fraksi PPP, Nurdin Ranggabarani.

Di usianya yang masih 15 tahun, Emil kini menampakkan dirinya sebagai pemimpin karena terpilih sebagai ketua Forum Anak Samawa ( FAS ) yang baru periode 2018-2020 dalam pemilihan demokratis di sekretariat Forum Anak Samawa, Sabtu (27/1/ 2018).

Terpilihnya Siswa kelas X SMA 2 Sumbawa ini sebagai ketua FAS ini menggetarkan hati siapapun yang melihatnya berdiri di depan podium dan menyampaikan visi misinya.

Dengan tekad dan semangatnya yang kuat, Emil memaparkan segala visi dan misinya selama ia memimpin forum ini. Salah satu trobosan yang akan dibuatnya adalah menguatkan kerjasama dengan pemerintah dalam pengembangan pendidikan, bakat dan potensi anak termasuk anak-anak yang tinggal di pelosok pedalaman.

“Kita ingin mendorong agar pemerintah atau siapapun yang berwenang dalam penanganan anak harus memperhatikan potensi teman teman yang tinggal di remote area atau pedalaman, Kita ingin pemerintah memperhatikan kekurangan fasilitas belajar mereka sehingga mereka dapat belajar dengan layak dan wajar,” papar Emir dihadapan audience yang disambut tepuk tangan tamu undangan.

Selain itu, sebagai ketua baru, Emil mengaku akan tetap mempertahankan hak hak anak sesuai Konvensi Hak Anak (KHA) seperti kelangsungan hidup, pelindungan, tumbuh kembang yang dengan UU No 23 tahun 2002 tentang perlindungan Anak.

Tak hanya itu, Selama kepemimpinannya, Emil akan mengangkat dan melestarikan tradisi lokal khususnya permainan khas Anak Samawa yang sudah mulai pudar dimakan gadget. Padahal menurut Emil, permainan di gadget tidak ada apa-apanya dibanding permainan tradisi anak.

“Saya lihat permainan anak lebih sehat karena memadukan gerakan fisik dan otak sedangkan gadget bisa dikatakan tidak ada gerakan hanya diam ditempat dan memainkan alat alat, tombol belum lagi bahaya radiasi layar screen dan signal wifi,” kata Emil “

Emil berjanji akan mengembangkan permainan tradisional tersebut agar tradisi itu tak lekang oleh waktu dan teknologi.

“Permainan anak Samawa akan kita pertandingkan baik skala kecamatan atau bahkan di tingkat Kabupaten, agar tradisi ini tetap bertahan,” tegas Emil yang spontan disambut tepuk tangan.

 

“Peran Mendiang Sang Kakak Kesayangan”

 

Namun dibalik ketegasan dan semangatnya menyampaikan Visi dan Misi itu, ternyata ada satu hal yang tersebunyi dari pribadi Emil. Yaitu sosok kakak kandungnya, Matwah Gilang Rosadha Ranggabarani (Ocha) yang meninggalkan dirinya bertemu Yang Maha Kuasa tepat tujuh hari sebelum pemilihan.

Emil berharap kakaknya bisa melihat kesuksesan dia saat terpilih sebagai ketua FAS. Namun, Takdir tak bisa dibendung, Emil pun mengaku masih terngiang perkataan kakak kesayangannya tersebut yang selalu memotivasinya dalam segala hal.

“Kakak Ocha meminta kepada saya untuk tidak buat malu. Kakak Ocha, Emil tak akan buat malu, Emil janji tak akan buat malu kakak,” ujar Emil dengan mata yang berkaca kaca. Tamu undangan pun makin terenyuh dan terharu.

 

(SN-01)

Leave A Reply

Your email address will not be published.