Halangi Wartawan, IJTI NTB Kutuk Oknum Aparat Polda Bali

Halangi Wartawan, IJTI NTB Kutuk Oknum Aparat Polda Bali

Suaranusa.com, Mataram- Ikatan Jurnalis Televisi Indonesia (IJTI) NTB mengutuk keras tindakan oknum anggota kepolisian Polda Bali yang menghalangi dan mengahpus hasil jurnalistik dua orang wartawan.

Kedua wartawan tersebut adalah Wayan Sukarda, Jurnalis Reuters TV dan Miftahudin Mustafa Halim, Jurnalis Radar Bali. Keduanya diintimidasi oknum anggota polisi saat meliput penggerebekan puluhan warga Tiongkok.

“Tindakan Intimidasi dengan menghapus hasil Jurnalistik merupakan bentuk Arogansi yang harus dilawan karena tidak menghargai hak dan prinsip kerja Jurnalis di Era keterbukaan Informasi saat ini,” kata Riadis Sulhi, Ketua IJTI NTB, Jumat (12/1/2018).

Riadi menambahkan, arogansi tersebut merupakan salah satu warisan zaman “feudal” yang seharusnya hilang dari tanah air. Sebab, cara tersebut bertolak belakang dengan UU no 40 tahun 1999 tentang Pers.

Isi utama pada undang-undang itu menyatakan “Setiap orang yang dengan sengaja melakukan tindakan yang berakibat menghambat atau menghalangi pelaksanaan tugas Jurnalistik dipidana dengan ancaman dua tahun penjara atau denda 500 juta Rupiah.

Karena itu, IJTI NTB mendesak Polda Bali untuk segera memberikan klarifikasi kepada awak media, meminta maaf terkait tindakan arogansi tersebut, serta menghormati UU Pers .

“Kami juga mengimbau kawan kawan jurnalis dimanapun untuk senantiasa menjalankan tugas Jurnalistik secara professional dan bermartabat sesuai dengan pedoman UU Pers,” tandas Riadis Sulhi.

(SN-01)

 

 

Comments
Loading...