Ini Harapan Sitti Rohmi Kepada Kaum Perempuan NTB.

Suaranusa.com, Mataram- Bakal Calon (Balon) Wakil Gubernur, Nusa Tenggara Barat (NTB), Sitti Rohmi Djalilah meminta kepada seluruh perempuan yang ada di NTB untuk menggunakan hak pilihnya pada Pilgub 27 Juni 2018.

Sebab, menurutnya pemilih perempuan yang memberikan hak pilih merupakan salah satu indikator bahwa KPU dan Organisasi Sipil telah berhasil mencanangkan pendidikan politik bagi seluruh warga khsusnya kaum perempuan.

“Pasangan Zul-Rohmi meminta agar perempuan menggunakan hak pilihnya. Jangan Golput. Mari kita apresiasi KPU dan Bawaslu yang mendorong agar masyarakat menggunakan hak pilihnya secara cerdas,” kata Siti Rohmi, berdasarkan rilis yang diterima suaranusa.com, Minggu (21/1/2018).

Kakak kandung TGB ini mengaku, Paket Zul-Rohmi dalam akan berusaha semaksimal mungkin untuk meyakinkan kaum perempuan agar tidak salah menentukan pilihannya, yaitu dengan mendukung pasangan Zul-Rohmi.

Sebab, dirinya merupakan satu satunya kandidat perempuan pada Pilgub 2018 ini. Karena itu Ia berharap penuh kepada para pemilih perempuan untuk mendukung paket kolaborasi Partai Demokrat dan PKS tersebut.

Ia juga meminta kepada seluruh kaum perempuan termasuk pemilih pemula yang akan ikut pesta demokrasi membantu mensosialisasikan kepada hal layak tentang siapa sebenarnya pasangan Zul-Rohmi ini.

“Saya berharap relawan perempuan dan pemilih pemula bisa turut membantu menyakinkan kepada lingkungan sekitarnya tentang kekurangan dan kelebihan (Plus Minus) pasangan Zul- Rohmi ini supaya fair,” kata Rohmi.

Bullying Itu Ujian.

Sementara itu, terkait rundungan (Bully) yang kerap dilayangkan ke pasangan Zul-Rohmi sejak beberapa waktu lalu, menurut Rohmi itu merupakan ujian yang harus dilalui sebagai kandidat pemimpin.

Bahkan dia menganggap segala bentuk bualan dan rundungan itu sebagai bukti kepedulian warga kepada pasangan yang disebut ‘Dua doktor’ ini.

“Zul-Rohmi tetap menganggap hal tersebut bagian dari atensi dan kepedulian warga masyarakat terhadap Zul Rohmi, meskipun cara yang dipakai terkesan stigmatis,” kata dia.

(SN-01) Adv

Comments
Loading...