Ini Data Sementara Kerusakan Bangunan Akibat Gempa Banten

Suaranusa.com, Jakarta- Gempabumi berkekuatan 6,1 SR yang mengguncang Provinsi Banten Selasa 23 Januari 2018 siang tadi, mengakibatkan ratusan rumah rusak parah dan beberapa orang luka-luka.

Data yang diperoleh suaranusa.com dari Humas Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) menyebutkan, gempa yang berlangsung selama 5- 10 detik tersebut memporak porandakan beberapa bangunan dan ratusan rumah warga.

Di Kabupaten Cianjur terdapat 1 rumah rusak berat, 6 pelajar luka berat dan 2 pelajar luka ringan akibat tertimba genteng yang runtuh di SMK Tenggeung, Kecamatan Tanggeung, Kabupaten Cianjur, Jawa Barat. Satu unit rumah di Desa Pagermaneuh juga dilaporkan mengalami rusak berat.

Sementara itu, di Kabupaten Sukabumi terdapat 9 rumah rusak ringan, 1 rumah rusak sedang, 1 masjid rusak berat, dan 2 fasilitas umum kesehatan rusak ringan.

Di Kabupaten Bogor terdapat beberapa rumah dan bangunan rusak di Kecamatan Sukajaya, Kecamata Nanggung, Kecamatan Megamendung, Kecamatan Caringin, dan Kecamatan Cijeruk. Sebanyak 7 rumah rusak berat dan 5 rumah rusak ringan.

“Data akan bertambah karena diperkirakan masih terdapat bangunan yang rusak,” kata Sutopo Purwo Nugroho, Humas BNPB melalui keterangan rilis yang diterima suaranusa.com, Selasa (23/1/2018).

Sedangkan di kabupaten Pandeglang terdapat Aula SMA CMBBS Pandeglang roboh dan beberapa rumah mengalami kerusakan. tidak ada korban jiwa.

Sementara di Provinsi Banten, yang menjadi pusat lokasi Gempa saat ini terdata 115 Rumah warga, satu Masjid dan juga satu Puskesmas mengalami rusak parah. Gempa juga merobohkan beberapa bangunan sekolah dan gedung perkantoran.

“Dampak kerusakan akan bertambah seiring dengan pendataan yang dilakukan,” sambung Sutopo.

Meski demikian, Sutopo mengimbau kepada masyarakat untuk tetap tenang dan tidak terpancing pada isu-isu yang menyesatkan bahwa akan terjadi gempa susulan yang lebih besar.

Sebab, kata dia, Iptek belum mampu memprediksi gempa secara pasti. Namun ia mengatakan, bahwa wilayah Selatan Jawa memang rawan gempa. Jika terjadi Gempa, masyarakat diimbau segera keluar rumah dan mencari tempat yang aman.

“Di wilayah Selatan Jawa kerap terjadi gempa-gempa besar sehingga harus diwaspadai. Saat merasakan guncangan gempa segera keluar rumah atau mencari tempat-tempat yang aman,” Tandas Sutopo.

Untuk diketahui, gempa berkekuatan 6.1 SR terjadi di Samudera Hindia dengan kedalaman 64 km berjarak 43 km barat daya Kabupaten Lebak Provinsi Banten pada 23/1/2018 pukul 13:34 WIB.

Gempa tersebut tidak berpotensi tsunami. Guncangan gempa dirasakan di daerah Jakarta, Banten, Lampung, Jawa Barat, dan Jawa Tengah. Intensitas gempa dirasakan di Jakarta, Tengerang Selatan, Bogor IV-V MMI; Bandung, Purwakarta II-III MMI, Kebumen II-III MMI, Kebumen II MMI, Lampung II MMI.

 

(SN-01)

Comments
Loading...