Kerja di Tambang Emas Illegal, 6 WNA China Dicokok Imigrasi Sumbawa

Suaranusa.com, Mataram- Petugas kantor Imigrasi Kelas 2 Sumbawa Besar, Nusa Tenggara Barat (NTB) mengamankan 6 orang Warga Negara Asing (WNA) asal China karena bekerja di tambang emas Illegal, di Desa Pakirum, Taliwang, Sumbawa Barat.

“Iya benar, kami telah menangkap 6 orang WNA di sebuah rumah tak jauh dari lokasi tambang illegal,” ujar Yusriansyah Kepala Seksi Pengawasan dan Penindakan Keimigrasian (Wasdakim) Imigrasi kelas 2 Sumbawa Besar, Selasa (23/1/2018).

Ke enam orang tersebut masing masing berinisial LT, CC, FX, KJ, WY dan XZ. Dari ke enam orang WNA tersebut, satu orang diantaranya adalah pekerja perempuan.

Yusriansyah mengatakan, penangkapan seluruh WNA asing tersebut diketahui berdasarkan laporan masyarakat setempat dengan bukti foto dan video saat mereka bekerja.

Imigrasi bersama Tim Pemantau Orang Asing (Timpora) yang terdiri dari beberapa unsur seperti TNI dan Polri kemudian menggelar operasi gabungan. Rencananya Opsgab tersebut akan digelar saat mereka bekerja.

Namun, karena luasnya lokasi tambang dan dikhawatirkan para pekerja ini akan melarikan diri, Timpora kemudian mengubah rencana dengan melakukan pemantauan dan menggerebek mereka saat mereka berada di rumah.

“Kami khawatir mereka akan kabur jika kami tangkap di Lokasi tambang. Jadi kami putuskan untuk melakukan penangkapan di kediaman mereka. Bukti foto dan Video sudah kami pegang,” kata Yusri.

Dari hasil pemeriksaan dokumen seperti paspor dan dokumen lainnya, diketahui bahwa empat orang WNA tersebut memiliki Kartu Izin Tinggal Terbatas (Kitas) untuk bekerja di Sukabumi, Jawa Barat. Sedangkan dua orang pekerja lainnya menggunakan Visa Kunjungan Wisata.

Meski memiliki Kitas, namun Kitas tersebut hanya berlaku untuk tambang resmi yang di Sukabumi, sedangkan jika di Luar daerah maka Kitas tersebut dinyatakan tidak berlaku.

“Meski punya Kitas, namun itu salah, karena bekerja di Luar daerah yang tidak tercantum di Kitas dan tempat kerja yang salah pula yaitu tambang emas illegal,” kata Yusri.

Karena Itu Imigrasi Sumbawa menyatakan bahwa seluruh WNA tersebut telah melakukan pelanggaran keimigrasian pasal 122 Huruf a, Undang-undang nomor 6 tahun 2011 tentang keimigrasian.

Kini seluruh WNA tersebut diamankan di ruang detensi Imigrasi Sumbawa Besar.

 

(SN-01)

 

Comments
Loading...