Investor AS Akan Ekspor Ikan dari Sumbawa

Suaranusa.com, Sumbawa Besar—Teluk Saleh di Kabupaten Sumbawa, Nusa Tenggara Barat, mampu menarik minat investor asal Amerika Serikat (AS). Buktinya, perusahaan asal Negeri  Paman Sam tersebut menginvetasikan modalnya menggunakan brand PT. Bali Seafood International (PT. BSI).

Kepala Dinas Kelautan dan Perikanan NTB, Lalu Hamdi, melaporkan bahwa kegiatan beroperasinya PT. BSI ini sudah lama dinantikan karena menurutnya investor asal amerika ini merupakan salah satu pemacu terhadap perceptan pembangunan SAMOTA.

SAMOTA (Teluk Saleh, Moyo dan Gunung Tambora) paparnya, merupakan kawasan strategis Pemprov NTB dan  pemerintah pusat pun menjadikan kawasan ini sebagai kawasan strategis nasional.

“Kenapa ini penting dan BSI mengambil kawasan ini sebagai tempat pengolahan ikan berkelas dunia,” ungkap Lalu Hamdi.

Karena lanjutnya, teluk santong ini adalah kawasan perairan yang tingkat penghasilan ikannya bisa mencapai 170 ton pertahun dan di dalam perairan teluk saleh bisa menghasilkan sebanyak 36000 ton pertahun termasuk didalamnya 7000 ton ikan kakap dan kerapu.

Hal tersebut dianggap menjadi peluang yang besar untuk PT. BSI bisa berkembang sebagai perusahaan yang bisa mengekspor produk perikanan pertama dari NTB ke tingkat dunia.

“Saat ini juga masyarakat sekitar di perairan Teluk Santong juga sudah bisa menangkap jenis ikan tuna dan cakalang. Dengan itu tentunya PT. BSI tidak hanya mengekspor ikan kakap dan tuna tetapi juga bisa beberapa jenis ikan lainnya,” imbuhnya.

Berdasarkan data Dinas Kelautan dan Perikanan setempat diketahui bahwa jumlah nelayan di sekitar Teluk Saleh tercatat sekitar 3800 orang. Dengan adanya PT. BSI hasil tangkapan sekitar dapat dengan mudah proses penjualanya. Nelayan tidak harus mengirim hasil tangkapannya ke Bima tau ke Lombok dengan proses panjang tapi langsung di satu tempat sehingga antara nelayan dan PT. BSI dapat saling menguntungkan. (SN-01)

 

Comments
Loading...