Pasca Insiden Berdarah, Aktifitas Hiburan Malam di Batu Guring Tutup Total

Pasca Insiden Berdarah, Aktifitas Hiburan Malam di Batu Guring Tutup Total

Suaranusa.com, Sumbawa–Rapat koordinasi penanganan masalah Café Batu Guring yang berlangsung di Aula Kantor Camat Alas Barat, Senin siang (26/2/2018), menghasilkan keputusan bulat untuk menutup secara total aktivitas hiburan malam di Kawasan Batu Guring Kecamatan Alas Barat.

Bupati Sumbawa, Husni Djibril, yang memimpin langsung Rakor tersebut menyatakan bahwa Bupati tidak ingin mengambil pendapat-pendapat perorangan tetapi Bupati akan mengambil tindakan tegas berdasarkan peraturan perundang-undangan yang berlaku.

Bupati tidak ingin kejadian yang memakan korban jiwa di kawasan hiburan malam itu terulang lagi. Sebab menurut Bupati, dirinya sejak awal telah berjanji untuk mensejahterakan seluruh masyarakat, atas izin dan bantuan Allah SWT.

Wakil Bupati Sumbawa, Drs. H. Mahmud Abdullah mengungkapkan bahwa dari pantauannya selama ini, telah terjadi penyelewengan di Kawasan Batu Guring dari tata ruang yang ada, seperti membangun di sepadan pantai, membangun tanpa Izin Mendirikan Bangunan (IMB), maupun membangun di kawasan perkebunan atau pertanian.

Pada Rakor tersebut, Kepala Dinas Pemuda Olahraga dan Pariwisata, Junaidi, menjelaskan bahwa berdasarkan aturan yang berlaku saat ini, Kawasan Batu Guring bukan merupakan destinasi wisata, karena itu pihaknya tidak pernah mengeluarkan izin atau rekomendasi kegiatan wisata di kawasan tersebut.

Penjelasan yang sama juga disampaikan Kepala Dinas Penanaman Modal Pelayanan Terpadu Satu Pintu (DPMPTSP), H. Syahril, S.Pd., M.Pd bahwa kegiatan usaha hiburan yang ada di Kawasan Batu Guring merupakan kegiatan illegal dan melanggar hukum karena tidak memiliki izin yang sah.

Turut berbicara pada rakor tersebut, Kapolres Sumbawa, AKBP Yusuf Sutejo yang mengungkapkan bahwa pelaku pembunuhan di tempat hiburan malam Batu Guring telah ditangkap dan diproses, bahkan enam orang saksi telah diperiksa.

Hal ini menurut Kapolres, merupakan wujud pengamanan dan pengayoman Negara kepada masyarakat. Karena itu, Kapolres minta kepada seluruh masyarakat agar jangan ada yang main hakim sendiri.

Sementara itu, perwakilan pemilik cafe, Wahid, menyatakan bahwa pihaknya mohon maaf kepada semua pihak dan seluruh masyarakat atas kejadian di Cafe Batu Guring yang memakan korban.

Dengan penuh kesungguhan, bahkan sampai meneteskan air mata, Wahid mengatakan “cukup sampai di sini, cukup sampai di sini kegiatan cafe”, meskipun pihaknya mengakui bahwa kegiatan usaha yang dilakukannya selama ini semata-mata untuk mencari nafkah.

Pihaknya meminta waktu dua minggu untuk membongkar sendiri dengan mengambil sisa-sisa yang masih bisa dimanfaatkan dari sisi-sisi bangunan yang terbakar.

Pada akhir Rakor, Bupati mengajak semua pihak agar selalu taat aturan dalam melakukan aktivitas, sehingga tidak sampai terjadi hal-hal yang tidak diinginkan. Bupati juga menghimbau semua pihak agar secara ikhlas saling memaafkan, tidak ada dendam dan kebencian.

Bupati juga menyarankan kepada para pengusaha cafe dan masyarakat pada umumnya untuk membuka kawasan-kawasan wisata yang potensial sebagai tempat mencari nafkah yang halal. Dalam konteks ini, Bupati membuka ruang diskusi kepada seluruh masyarakat untuk mencari solusi terhadap permasalahan yang ada, dengan tetap mengedepankan aturan yang berlaku. (SN-02)

Comments
Loading...