Ini Dia Bangunan yang Bermasalah dan Sampah di Pantai Ampenan

Suaranusa.com, Mataram—Usaha memperindah dan mempercantik rupa Pantai Ampenan, Kota Mataram, NTB, malah tidak sesuai dengan harapan masyarakat penikmat pariwisata  di sekitar Pantai Ampenan. Pasalnya, proses renovasi bangunan lapak yang selama ini dicap mengganggu pemandangan mata, ternyata malah menimbulkan masalah baru.

Di samping bentuk  bangunannya yang tidak merepresentasekan budaya NTB dalam hal ini Sasak, juga material bangunan hingga persoalan ikutan lainnya malah meresahkan pengunjung atau pedagang sekitar.

Bentuk bangunan yang direnovasi lebih menyerupai rumah Gadang. Material bangunan seperti besi dan rangka bajanya pun ada yang keropos. Juga tidak ada talangan air, sehingga ketika hujan, air malah menimpa lapak pedagang  lain.

Salah seorang pengunjung, Hendri (30) asal Gunung Sari mengaku kaget dengan dibangunnya lapak pedagang dengan  bangunan menyerupai rumah adat Minangkabau tersebut.

“Di sini seharusnya bangunannya seperti rumah adat Lombok, karena pantai Ampenan ini ikon pariwisata Lombok. Koq bisa bangunannya seperti (Rumah Gadang) itu ya,” kata Dia.

Bukan hanya persoalan tersebut, pedagang sekitar juga mempersoalan kebersihan pantai. Di sekitar pantai masih saja ditemukan sampah yang berserakan. Hal itu diakui oleh seorang pedagang, Mukyah.

“Namun sangat disayangkan pantai ini masih banyak sampah yang berserakan, baik itu di pantainya dan di tempat tongkrongannya,” ujar Mukyah.

Sampah juga ‘membanjiri’ perairan pantai. Akibatnya, laut Ampenan yang seharusnya jernih dan sedap dipandang oleh setiap pemgunjung malah terganggu dengan bungkus makanan, potongan kayu serabut dan lainnya yang mengambang. (SN-05)

Comments
Loading...