1.601 Unit Koperasi di NTB Bakal Dibubarkan

Suaranusa.com, MATARAM—Dinas Koperasi UMKM Provinsi Nusa Tenggara Barat (NTB) mencatat sebanyak 1.601 unit jumlah koperasi di NTB bakal dibubarkan lantaran tidak aktif.

Angka tersebut merupakan bagian dari jumlah koperasi se-NTB yang mencapai 4.203 unit. Sedangkan koperasi yang masih aktif mencapai sebanyak 2.602 unit.

Hamzanwadi

Kepala Bidang Pembinaan Koperasi Dinas Koperasi UMKM Provinsi NTB, Hamzanwadi mengatakan, dari 4.203 unit koperasi yang tersebar di kabupaten/kota se-NTB, setidaknya sebanyak 230 unit itu merupakan koperasi binaan Dinas Koperasi UMKM Provinsin NTB.

‘’Langkah-langkah yang akan kita dilaksanakan terhadap ribuan jumlah koperasi tidak aktif ini yakni dengan cara mencoba melakukan pendekatan untuk mendorong dan membina pengurus agar bisa mengaktifkan kembali koperasinya,’’ kata Hamzanwadi saat ditemui di ruang kerjanya, Selasa (13/3).

Sebab, apabila para pengurus koperasi tersebut tidak mampu untuk mengaktifkan kembali koperasinya, maka pihak dinas akan melakukan pembubaran terhadap koperasi bersangkutan.

Tahun lalu saja, kata dia, pihaknya telah membubarkan sebanyak 149 unit koperasi. Pembubaran terhadap koperasi tidak aktif itu, dilakukan sesuai Surat Keputusan (SK) Menteri Koperasi RI.

‘’Ada beberapa penyebab kenapa koperasi itu dinyatakan tidak aktif, yakni tidak pernah melakukan Rapat Akhir Tahun (RAT) selama tiga tahun berturut-turut, dan usahanya tidak berjalan selama dua tahun berturut-turut terhitung sejak disahkan,’’ ungkapnya.

Hamzanwadi menjelaskan, jika saja para pengurus koperasi ini lebih fokus dalam mengelola koperasinya, dinyakini bahwa koperasi yang didirikannya itu akan tetap beroperasi. Tapi malah sebaliknya, banyak diantara para pengurus menjadikan koperasi yang didirikannya ini sebagai usaha sampingan.

Karena itu, pihaknya akan terus secara kontinue maupun berkala untuk turun ke lapangan guna memberikan pembinaan kepada para pengurus koperasi. Itu tidak saja terhadap koperasi binaan Dinas Koperasi UMKM NTB, namun juga terhadap koperasi yang merupakan binaan dari Dinas Koperasi di kabupaten/kota se-NTB.

‘’Mendirikan koperasi itu lebih mudah ketimbang membubarkannya. Cukup memiliki anggota minimal 20 orang, lengkap syarat administrasi disertai adanya simpanan anggota secara wajib dan sukarela, maka koperasi itu bisa didirikan. Dan kami tidak menginginkan para pengurus mendirikan koperasi hanya orientasi untuk mendapatkan bantuan semata, tapi benar-benar didirikan dengan kesadaran dan dijadikan sebagai usaha utama,’’ ujarnya sembari menyebutkan dari Januari hingga Selasa (13/3), koperasi yang sudah menggelar RAT sebanyak 499 unit.( SN-sid)

Comments
Loading...