Gara-gara E-KTP, 319.530 Orang di NTB Terancam Tak Bisa Ikut Pilkada

Gara-gara E-KTP, 319.530 Orang di NTB Terancam Tak Bisa Ikut Pilkada

Suaranusa.com, Mataram–Komisi Pemilihan Umum (KPU) NTB menggelar rapat Rapat  Pleno Rekapitulasi Hasil Pemutakhiran Tingkat Provinsi untuk ditetapkan sebagai daftar pemilih sementara (DPS) pada Pilgub 27 Juni mendatang.

Hasilnya, KPU mencatat dari total DPS yang terkumpul ada 319.530 orang calon pemilih di NTB yang terancam tidak dapat menggunakan hak pilihnya.  yang mana seluruh calon pemilih itu, tersebar di 116 Kecamatan, 1.137 Desa/Kelurahan, 8.336 TPS

“Riciannya, dari 319.530 orang itu 159.398 laki-laki dan160.132 perempuan,” kata Lalu Aksar Anshori, Ketua KPU NTB, Jumat (16/3/2018).

Aksar mengatakan, penyebab para calon pemilih itu terancam tak bisa mencoblos lanataran mereka diketahui belum memiliki KTP-Elektronik dan juga tidak mempunyai surat keterangan perekaman KTP-elektronik.

Sedangkan, kata dia, bahwa di dalam UU Nomor 10 tahun 2016, mensyaratkan bahwa masyarakat yang akan menggunakan hak pilihnya harus mempunyai KTP-Elektronik atau setidak-tidaknya surat keterangan pernah melakukan perekaman.

Gara-gara E-KTP, 319.530 Orang di NTB Terancam Tak Bisa Ikut Pilkada

Meski demikian, dia mengatakan masih ada kesempatan para calon pemilih yang bermasalah tersebut untuk melakukan perekaman E-KTP sehingga bisa ikut dalam pesta demokrasi Pilkada NTB mendatang. Sebab, sambung Aksar,Daftar pemilih tetap (DPT) akan ditetapkan pada bulan April 2018.

“Ini kan masih Daftar Pemilih Sementara (DPS) bukan Daftar pemilih Tetap (DPT). Jadi masyarakat bisa mengurus atau melakukan perekaman KTP-Elektronik sebelum penetapan menjadi DPT pada April mendatang,” tandas Ketua KPU NTB. (SN-05)

Comments
Loading...