Budidaya Lele Sistem Bioplok Cukup Menggiurkan

Raup Laba Puluhan Juta Sekali Panen

Suaranusa.com, Lombok Tengah—Bisnis budidaya ikan Lele menggunakan sistem bioplok cukup menggiurkan. Budidaya gaya ini cukup dengan menggunakan air tawar dengan kolam sebagai wadahnya. Sebelum memasukan bibit ikan Lele, kolam harus ditaburi garam terlebih dahulu untuk menstabilkan air dan berfungsi sebagai penghangat.

Budidaya seperti ini diterapkan oleh Mahdan, asal Bile Jae, Kecamatan Kopang Lombok Tengah. Dia memulai usaha budi daya ikan Lele sistem Bioplok ini belum lama ini. Awalnya Mahdan meminjam kolam milik temannya di Dusun Kali Temu, Desa Sukadana, Kecamatan Motong Gading, Lombok Timur.

Mahdan mendapatkan bibit ikan Lele dari Balai Benih Ikan (BBI) dan pembudidaya seharga Rp 300 per ekor. Bibit ikan ini akan panen selama sebulan hingga tiga bulan tergantung keunggulan bibit yang dibeli.

Mahdan menggunakan kolam berukuran 2.5 meter dan tinggi 2 meter diisi 2.000-5.000 ekor bibit lele. Dia memberi pakan ikan Lele dua kali sehari.

Mahdan pun mematok harga Rp 18.000 hingga Rp 19.000 per kilogram. Harga tersebut cukup kompetitif dan mampu menghasilkan omzet menggiurkan.

Menurut Mahdan, dengan jumlah kolam sebanyak 6 unit,  dalam 1 kolam dia meraup Rp 6.000.000., maka dengan jumlah 6 kolam mendapatkan sekitar Rp 72 juta sekali panen. Pembeli ikan Lele Mahdan pun berasal dari banyak kalangan. Bahkan ada pelanggannya yang membeli dengan sistem borongan.

“Nanti ada yang memborong. Mereka yang membeli semuanya. Bisnis ini alhamdulillah cukup menggiurkan,” sebutnya. (SN-05)

Comments
Loading...