10 Tahun, NTB Bebas Buta Aksara

10 Tahun, NTB Bebas Buta Aksara

Suaranusa.com, Mataram–Dalam 10 tahun terakhir, pemerintah Propinsi NTB memastikan tidak ada lagi angka buta aksara di tengah masyarakat. Capaian itu dipengaruhi oleh bertambahnya angka partisipasi sekolah masyarakat.

Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Dikbud) NTB, Muhammad Suruji, kepada media ini, menyampaikan bahwa penderita penyandang buta aksara ini dihitung dari usia 18 hingga 60 tahun. Pada tahun 2010 angka penyandang buta aksara masih tinggi, namun pada 10 tahun terakhir ini pemerintah berhasil menurunkan angka tersebut.

“Angka partisipasi sekolah untuk SD 98%. Sehingga hampir 10 tahun terakhir ini tidak ada angka tambahan buta aksara baru atau saat ini tidak ada buta aksara,” terang Muhammad Suruji.

Artinya kata Suruji bahwa penduduk yang usia sekolah semuanya sekolah. Jadi tidak ada lagi penduduk muda yang muncul sebagai penyandang buta aksara.

Namun tambah Suruji,  di sisi lain penduduk yang berusia 60 tahun pada 10 tahun yang lalu sekarang menjadi 70 tahun. Sehingga kalupun dia masih buta aksara namun tidak dihitung, karena di usia 60 tahun walaupun ditingkatkan pendidikannya setinggi-tingginya pasti tidak ada kontribusinya. (SN-05)

Comments
Loading...