Ngajar Ngaji Hanya Gunakan Dua Al-Qur’an, Santri Terpaksa Ngantre

Ngajar Ngaji Hanya Gunakan Dua Al-Qur’an, Santri Terpaksa Ngantre

Suaranusa.com, Sumbawa Besar–Muhammad Yakub, seorang guru ngaji di RT 03 RW 02 Dusun Bajo Dua, Desa Bajo Utan, Kecamatan Utan, Sumbawa. Sehari-hari, Yakub memiliki sebanyak 40 orang santri ngaji yang dipusatkan di TPQ As-Salam Rizikullah, yang juga kediamannya.

Banyaknya santri di TPQ nya tidak sebanding dengan jumlah Al-Qur’an yang hanya dua eksemplar (buah). Dia kerap kelabakan melayani para santri yang umumnya anak-anak usia sekolah dasar. “Saya harus mengatur supaya mereka bisa terlayani semuanya. Apa boleh buat hanya ada dua Al-Qur’an jadi saya maksimalkan saja,” sebut Yakub ketika ditemui media ini di kediamannya.

Yakub mengatakan bahwa bukannya dia tidak pernah mengusulkan kepada pemerintah Desa setempat untuk dibantu pengadaan Al-Qur’an, namun belum juga direalisasikan. Coin Foundation (CF), salah satu lembaga advokasi ummat yang mengetahui kondisi tersebut akhirnya menuju ke lokasi TPQ pada Sabtu (23/03/2018), membawa sekitar 20 eksemplar Al-Qur’an untuk diberikan kepada TPQ.

“Kami menerima info hari Jum’at tanggal 23, Sabtu tanggal 24 kami bergerak menyalurkan Al-Qur’an dan buku Iqra untuk dimanfaatkan bagi para santri di Desa Bajo, Kecamatan Utan,” terang Direktur Coin Foundation.

Sumbawa–Nurfajri Saputra didampingu Direktur Coin Foundation NTB, I Gusti Abdul Azis. Aik, sapaan Nurfajri, mengakui bahwa .emang apa yang CF salurkan tersebut belum mampu mengatasi kekurangan yang ada, tapi pihaknya berharap dapat digunakan untuk pembelajaran Al-Qur’an bagi anak-anak didik di Desa yang mayoritas penduduknya nelayan itu. Direktur Coin Fondation Nusa Tenggara Barat, I Gusti Abdul Azis, menambahkan bahwa donasi tersebut berasal dari masyarakat yang peduli dengan sesama yang membutuhkan.

“Sebenarnya Al-Qur’an ini kami terima dari organisasi Indonesia Society untuk disalurkan bagi masyarakat yang membutuhkan,” ungkp dia.

Dalam hal ini Coin Foundation telah menyebar celengan kaleng di sejumlah tempat untuk diisi dengan uang koin yang masih berlaku dan yang kiranya tidak dimanfaatkan sesuai fungsinya. Hasil dari sumbangsih masyarakat melalui celengan kaleng itulah yang dikumpulkan dan dikelola oleh Coin Fondation. Pihaknya mengajak agar masyarakat agar ikut aktif mengambil bagian dalam membantu dan memberdayakan ummat. (SN-02)

Comments
Loading...