Satu Kecamatan Dengan Bupati, Warga Lumpuh Ini Dipandang Sebelah Mata

Suaranusa.com – Sumbawa Besar—Berada dekat dengan kediaman Bupati Sumbawa di Kecamatan Utan, tidak menjamin akan diperhatikan kehidupannya. Itulah yang dialami Hendra (30), warga RT 03 RW 02  Dusun Bajo Dua, Desa Bajo Utan, Kecamatan Utan.

Dia yang sejak dua tahun yang mengalami kelumpuhan karena menyelam (Dekompresi) kini hanya bergantung kepada kedua orang tua untuk memindahkannya hingga urusan ke kamar kecil dan mandi. Lokasi rumah Hendra kurang lebih berjarak sekitar 10 menit perjalanan menggunakan kendaraan bermesin dari kediaman Bupati Sumbawa, Husni Jibril, di Kecamatan Utan.

Pria yang pernah mengenyam pendidikan di SMAN 2 Sumbawa Besar tersebut tidak dapat beraktifitas secara normal lagi layaknya pria usia produktif seusianya.  Sejak terkena Dekompresi di Bangka Belitung, Hendra tidak mendapatkan pelayanan kesehatan yang memadai. Buktinya dia tidak terdata sebagai anggota BPJS Kesehatan/BPJS Mandiri.

“Hanya saya di rumah ini yang tidak punya BPJS. Anggota keluarga lain sudah ada. Saya tidak paham kenapa hanya saya yang tidak diberikan,” ujar Hendra.

Ayah Hendra–Muhammad Yakub, yang sehari-hari mengajarkan anak-anak setempat mengaji juga ikut pusing dengan apa yang dialami anak kandungnya tersebut. Betapa tidak, ketika para santrinya mengaji, terpaksa harus berbaur dengan Hendra yang juga berada di satu ruangan dengan mereka. Untungnya,  Hendra dan para santri mengaji tersebut saling memahami.

Sekali-kali Hendra kerap membantu ayahnya sebagai asisten untuk mengajarkan huruf dan bacaan Al-Qur’an kepada para santri meski dalam keadaan serba terbatas.

Meski begitu, kondisi kesehatan Hendra semakin memprihatinkan. Kelumpuhan yang dialaminya juga diikuti dengan luka-luka di kulit bahkan di bagian tersembunyi kondisinya lebih parah. Luka menganga di bagian selangkangan pria ini membutuhkan penanganan medis lanjut.

Terkait apa yang dialami Hendra, wartawan media ini menemui Dinas Kesehatan Kabupaten Sumbawa, Senin (26/03/2018), dan diterima Sekdis Kesehatan, Junaidi. Ternyata, Dinas Kesehatan belum mengantongi data valid mengenai masyarakat yang terkena penyakit Dekompresi. Bukti Hendra sebagai salah seorang penderita Dekompresi menjadi titik awal Dikes Sumbawa melakukan pendataan meski pun sebelumnya sudah dilakukan oleh salah satu Puskesmas yakni Puskesmas Alas.

“Segera kami tindaklanjuti. Khusus di Puskesmas yang ada di wilayah pesisir kami akan minta untuk mendata siapa saja yang terkena dekompresi,” imbuh Junaidi.

Dia menambahkan bahwa sebenarnya di setiap Puskesmas sudah ada program Upaya Keselamatan Kerja (UKK), salah satunya dapat menjadikan kasus serupa sebagai fokus sasaran. (SN-02)

Comments
Loading...