Pemerintah NTB Masih Tutup Mata Kepada Para Difabel dan Penyadang Disabilitas

Suaranusa.com, Mataram—Para difabel dan penyandang disabilitas di Kota Mataram, NTB, belum mendapatkan perhatian dan pelayanan yang layak dari pemerintah setempat. Hampir di semua jenis pelayanan keberadaan mereka nyaris tidak dianggap.

“Selama ini kami melihat banyak instansi pelayanan publik di NTB khususnya di kota Mataram ini  yang tidak memperlakukan mereka secara sempurna. Bahkan menganggap mereka yang memilikikekurangan ini sama dengan manusia lainnya,” tegas Ketua Yayasan Tuna Netra Al-Mahsyar, Ahmad Fathoni, kepada media ini.

Padahal, kata dia, orang orang itu sangat terbatas baik dari segi fisik dan mental. Sehingga perlu adanya perlakuan khusus. Namun tambahnya, mereka masih kerap diperlakukan tidak adil dan dipandang sebelah mata.

“Padahal ada undang undang yang mengatur tentang pelayan bagi mereka yang memiliki keterbatasan fisik dan mental ini. Tetapi di Propinsi NTB ini masih sangat jauh dari itu (Pelayanan khusus),” kata Ahmad Fathoni.

Bahkan, kata dia, satu tahun terakhir Dinas Sosial yang seharusnya melayani dan memperhatikan mereka, malah tidak memberikan kontribusi apa-apa. Padahal, yayasan yang menampung para difable dan penyandang disabilitas ini berada di pusat kota Mataram.

Keadaan seperti itu, tidak hanya dialami oleh yayasan Al-Mahsyar saja, tetapi juga panti lainnya sehingga banyak yayasan yang gulung tikar dan memulangkan anak asuhnya karena tidak memiliki dana.

Terlebih dalam urusan pendidikan, siswa yang memiliki keterbatasan mental dan fisik ini sulit melanjutkan ke Perguruan Tinggi usai lulus dari setingkat Sekolah Menengah Atas lantaran banyak faktor khususnya faktor ekonomi.

“Hingga saat ini, tidak ada perguruan tinggi yang bisa menerima mereka, kalaupun ada, paling cuma satu atau dua orang saja dan itupun yang diterima biasanya karena orang tua mereka memiliki uang. Sedangkan yang kami asuh ini rata rata ekonominya sulit, padahal mereka bsia dikatakan memiliki kemampuan,” kata dia.

Karena itu, ia berharap kepada seluruh instansi pemerintah untuk lebih memperhatikan pra difabel dan penyandang disabilitas ini dengan memberikan penghidupan, pendidikan serta pelayanan publik yang layak bagi mereka yang hidup tidak sempurna.

“Negara telah menyediakan anggaran untuk membantu peningkatan pelayanan publik bagi warganya jangan sampai kami diapandang sebelah mata lagi. Kami berharap, instansi lainnya bisa meniru kantor Imigrasi Mataram yang memberikan pelayanan sempurna terhadap para difable dan disabilitas ini,” kata Ahmad Fathoni. (SN-01)

 

Comments
Loading...