Peras Korban, Para Debt Collector Berurusan Dengan Polisi

Suaranusa.com, Mataram–Empat orang pelaku pemerasan yang mengaku sebagai debt collector kini harus berurusan dengan aparat Kepolisian karena diduga memeras korbannya.

Berdasarkan catatan Polres Mataram, NTB, LP/K/194/lll/2018/Res Mataram, tanggal 16 Maret 2018, korban yang identitasnya dirahasiakan pihak Kepolisian Resort Mataram, mengaku diperas oleh keempat pelaku masing-masing berinisial SY alias Suyat, AZ alias Adi, INAS alias Nengah dan IGP alias Gede.

Kapolres Mataram, AKBP. Muhammad, S.Ik., kepada media ini, Rabu (28/03/2018), menerangkan bahwa jajaran Tim Resmob 701 Reskrim Polres Mataram telah berhasil menangkap 4 orang yang diduga sebagai pelaku 368 / Pemerasan, pada Selasa (27/03/2018), sebagaimana LP yang pihaknya terima.

Kapolres menyebutkan bahwa TKP berada di kos-kosan yang berada di jalan Hos Cokro Aminoto Gang Macan VIII No. 25  Lingkungan Cemara Kecamatan, Selaparang Kota Mataram.

Adapun barang bukti yang diamankan polisi dari tangan para pelaku berupa 1 Unit SPM Honda Beat warna Hitam DR 3727 MB beserta STNK, 1 Buah Kartu ATM Mandiri, uang Tunai Rp. 11.000.000 (Sebelas Juta Rupiah)

Muhammad memamaparkan bahwa modus para pelaku tiba-tiba mendatangi korban di TKP dan mengaku sebagai Debt Collector. Keempatnya bermaksud mencabut mobil yang dipakai oleh korban dengan alasan bahwa telah menunggak dalam pembayaran kredit. Namun kesempatan itu dipergunakan oleh pelaku dengan memeras korban agar menyerahkan uang sebesar Rp 25 juta rupiah apabila mobil tersebut tidak ingin dicabut.

“Dengan terpaksa korban menyetujui tawaran pelaku. Korban bersama pelaku langsung menuju mesin ATM dan menarik uang sebesar 11 juta rupiah. 10 juta rupiah diserahkan ke pelaku dan 1 juta rupiah ditransfer ke rekening pelaku karena uang tsb masih kurang untuk memenuhi permintaan pelaku,” papar Kapolres Mataram.

Karena masih kurang dari permintaan para pelaku, akhirnnya korban menyerahkan 1 unit Sepeda Motor Honda Beat Pop beserta STNK sehingga permintaan pelaku terpenuhi dan mobil tersebut tidak dicabut.

Berdasarkan hasil pemeriksaan terhadap para pelaku jelas Kapolres Mataram, bahwa keempatnya mengakui perbuatannya tersebut.

“Uang sebesar 11 juta dibagi 4 sehingga 3 pelaku mendapat bagian sebesar 2,5 juta. Hanya pelaku bernisial AZ yang mendapat bagian lebih sebesar 3,5 juta, yang mana sebesar 1 juta langsung ditransfer ke rekeningnya serta membawa sepeda Honda  Beat Pop warna Hitam DR 3727 MB lengkap STNK,” ungkap AKBP. Muhammad.

Kini barang bukti dan para pelaku telah diamankan dan ditahan di Mapolres Mataram untuk diproses lebih lanjut. (SN-02).

 

Comments
Loading...