Tender Diduga Bermasalah, Satker PJN II Propinsi NTB Didemo

Suaranusa.com, Sumbawa Besar–Proses tender pengerjaan paket proyek Aspal Mixing Plan (AMP) di Kecamatan Utan mendapat sorotan dari masyarakat yang menduga proses penetapan pemenang tender bermasalah.

Masyarakat yang tergabung di dalam Lembaga Lingkar Hijau dan Gerakan Taruna Kreatif (GERTAK) dalam aksi unjuk rasa, mendatangi Kantor Satker Pelaksana Jalan Nasional II Propinsi NTB di Kabupaten Sumbawa, Kamis (29/03/2018).

Masyarakat menduga bahwa PT. Niat Karya, selaku perusahaan pemenang tender telah menyalahi prosedur.

Koordinator aksi, Well Sukrianto, ketika berorasi menegaskan bahwa saat ini PT. Niat Karya di Kecamatan Utan belum memiliki ijin IMB dan gangguan (HO).

“Maka, kami menolak hasil tender yang dimenangkan oleh PT Niat Karya yang syarat dengan KKN. Pengadaan tender tersebut berlangsung secara tertutup dengan nominal anggaran miliaran sehingga kami duga bahwa pimpinan ULP PUPR Propinsi NTB dan PT. Niat Karya telah melakukan kesepakatan yang merugikan Negara,” sebutnya.

Ungkapannya tersebut bukan hanya isapan jempol namun berdasarkan hasil investigasi dan hasil pengecekan lapangan oleh Dinas Pelayanan Perijinan dan Penanaman Modal Terpadu Kabupaten Sumbawa.

Jubir pendemo lainnya, Abdul Haji, menambahkan bahwa AMP tidak ada ijin dan untuk melakukan aktifitas lain.

Kami minta Satker untuk berkomitmen meninjau kembali penetapan pemenang tender tersebut.

Dalam kesempatan tersebut, para pengunjuk rasa tidak dapat bertemu langsung dengan Kepala Satker Pelaksana Jalan Nasional Wilayah II Propinsi NTB di Kabupaten Sumbawa,  Annoviata Robie Jamin.

Namun mereka dapat berkomunikasi by phone dan menyepakati bahwa pihak Satker Pelaksana Jalan Nasional II Propinsi NTB bersedia membuat pernyataan untuk mempertimbangkan kembali penetapan pemenang tender proyek dimaksud. (SN-02)

Comments
Loading...