Doktor Zul : “Pemimpin NTB Harus Muda dan Rajin Masuk Desa

Suaranusa.com, Sumbawa Besar–Kampanye blusukan Cagub NTB Nomor urut 3, Dr. Zulkieflimansyah, Ahad (01/03/2018), di Desa Labuhan Sumbawa, Kecamatan Labuhan Badas, Kabupaten Sumbawa, dilaksanakan dengan cara berjalan kaki diiringi musik kecimol.

Doktor Zul yang start dari kediamannya di komplek Villa Matahari, Karang Padak, Labuhan Sumbawa, berjalan kaki didampingi istrinya Niken Saptarini, dan para relawan maupun tim pemenangan.

Sepanjang jalan, Doktor Zul menyalami dan menyapa warga di Karang Padak hingga Muara Kali dan pantai Jempol Labuhan Sumbawa.

Hal yang sama terus berlanjut hingga Dusun Kauman, Dusun Rinjani dan Dusun Pasir.

Memanfaatkan waktu tatap muka dengan warga di Dusun Rinjani, Doktor lulusan Harvard University tersebut mengucapkan salam sebanyak tiga kali. Salam pertama dan kedua dijawab pelan oleh warga setempat, tapi salam ketiga dijawab dengan suara sangat lantang.

“Sengaja saya tiga salam, artinya nomor satu suaranya sedikit, nomor dua juga sedikit, nomor tiga ternyata banyak, nomor empat tidak ada sama sekali,” katanya berkelakar.

Di hadapan warga, Zul menyampaikan bahwa selama dua bulan lebih dia dan Cawagub Sitti Rohmi, menyapa semua kampung, Dusun dan Desa di NTB mulai dari Kabupaten Bima hingga Kota Mataram.

“Hampir semua Dusun, semua Desa yang kami kunjungi punya satu permintaan saja. Tidak ada yang muluk, mereka mengucapkan terimakasih sudah menyambangi kami. Belum pernah ada Cagub yang menemui langsung mereka,” sebut Doktor Zul di hadapan warga Kampung Rinjani.

Kebiasaan mengunjungi Desa tersebut kata Doktor Zul, oleh masyarakat diharapkan jangan sampai hilang kalau Zul-Rohmi menjabat Gubernur dan Wakil Gubernur NTB.

“Banyak calon pemimpin dan anggota dewan hanya datang kalau pemilihan saja. Apakah bapak ibu di sini setuju Gubernur NTB ke depan harus sering menyapa masyarakat di Desa,” tanya dia kepada warga dan warga menjawab setuju.

Menurut Doktor Zul, tidak gampang mengunjungi Dusun dan Desa karena membutuhkan tenaga ekstra. Bisa lebih tiga hari satu Desa saja dan bahkan ada Desa atau Dusun yang masih tanpa air dan listrik.

“Kalau kita sepakat bahwa Gubernur NTB ke depan harus sering ke Dusun dan Desa. Karena itu, tidak berlebihan saya mengatakan kalau NTB mau maju maka Gubernurnya tidak boleh orang tua. Gubernurnya harus orang muda,” tegas Zulkieflimansyah.

Dia menambahkan bahwa kebiasaan menyambangi warga di pelosok Dusun atau Desa hanya berani dilakukan oleh tim sukses saja dan sekarang hal itu tidak boleh terjadi. Sebab masyarakat harus melihat isi pikiran dan ide seorang calon pemimpin.

“Jangan hanya balihonya besar-besar tapi orang-orangnya sudah tua,” sindirnya, melihat banyaknya alat peraga pesaing politiknya. (SN-02)

Comments
Loading...