Soal Kisruh BPPD, Asita NTB: No Comment!!

suaranusa.com— Mataram, Asosiasi Travel Agen (Asita) NTB mengaku tidak ingin ikut campur atau masuk dalam polemik kepengurusan Badan Promosi Pariwisata Daerah (BPPD) NTB. Meskipun Asita menjadi bagian dari pengurus.

“Kita tidak ikut ikutan soal BPPD itu, kita mau kerja dulu biarlah itu urusan pemerintah dan tim, Kami fokus kerja aja. Untuk sementara, no comment lah ,” kata Dewantoro Ombu, ketua Asita NTB di Mataram, Senin (2/3/2018).

Dewantoro mengatakan saat ini Asita tengah fokus mensukseskan acara Rinjani Travel Mart (RTM) yang akan dilangsungkan di Mandalika Resort, Kute, Lombok Tengah agar target jualan tercapai.

Pada RTM tersebut dipastikan akan diikuti oleh 56 Seller atau penjual paket wisata dan akan ada 200 Buyer atau pembeli paket Wisata yang ditawarkan dengan target transaksi 40 Milyar Rupiah

“Insya allah target 40 Milyar itu tercapai karena disana ada branding KEK Mandalika. Kami fokus untuk itu, Jadi urusan BPPD kita serahkan ke pemerintah dan Tim9,” pungkas Dewantoro.

Untuk diketahui, saat ini publik NTB dikecohkan dengan permasalahan dualisme kepengurusan BPPD. Yaitu antara TG Fauzan Zakaria (Ketua APII) dan Lalu Abdul Hadi (Ketua PHRI).

Penyebabnya, beberapa dari anggota Tim 9 tidak setuju dengan usulan Sekda NTB yaitu menunjuk TG Fauzan karena bisa berbahasa arab dan dianggap sesuai dengan rencana NTB yaitu memasarkan wisata halal ke Timur Tengah.

Buntut permasalahan ini mengarah ke aksi tolak tanda tangan kesepakatan oleh beberapa orang anggota Tim 9. Mereka kemudian menggelar voting untuk memilih ketua BPPD.

Hasil dari voting tim 9 menunjukkan Lalu Abdul Hadi, terpilih sebagai ketua dengan perolehan 6 suara. Sedangkan TG Fauzan terpilih sebagai wakil ketua dengan perolehan suara tiga suara

Namun hingga saat ini, dari dua orang tersebut belum diketahui siapa sebenarnya yang menahkodai Badan khusus yang menangani promosi pariwisata Lombok-Sumbawa ini.

Karena, keduanya sama sama masih belum memiliki SK.

Comments
Loading...