Hari Gini, Masih Ada Pejabat Halangi Tugas Jurnalis

Suaranusa.com, Mataram–Masih ada oknum pejabat yang tidak memahami tugas mulia para pewarta. Itulah yang dialami Jurnalis Suara NTB, Muhammad Kasim, yang diintimidasi, dimaki bahkan diancam oleh oknum pejabat Pemkot Mataram, Rabu (04/04/2018). Peristiwa itu terjadi sekitar Pukul 10.25 Wita.

Kronologisnya, Muhammad Kasim menemui pelaku oknum Kabag Infrastruktur dan Kerjasama Setda Kota Mataram, M. Nazarudin Fikri.

Niatnya ingin mengkonfirmasi soal rendahnya serapan realisasi fisik dan keuangan Pemkot Mataram triwulan pertama.

Awalnya situasi biasa saja, Muhammad Kasim menyampaikan dan mengonfirmasi data Lembaga Kebijakan Pengadaan Barang dan Jasa Pemerintah (LKPP). Justeru  oknum pelaku menunjukan ketidakramahan kepada tamunya.

Malah oknum pejabat Pemkot Mataram tersebut bertanya balik kepada Wartawan Suara NTB tersebut.

“Anda dapat data dari mana itu?,” sergah pelaku.

“Saya dapat dari data dari web monev LKPP,” jawab Cem, sapaan Muhammad Kasim.

“Silahkan saja pakai (Data LKPP), saya no comment,” timpal Nazarudin dengan nada kasar.

Mendengar jawaban itu, Cem memilih tidak melanjutkan pertanyaan dan beringsut pergi.

Lima menit kemudian dia berkumpul dengan jurnalis lainnya Ali Ma’sum Radar Lombok dan Azizam TVRI NTB.

Tak disangka, oknum pejabat tersebut keluar dari ruang rapat dan memanggil Cem dengan nada tinggi.

“Saya kaget, tiba tiba ada yang teriak “sini”. Awalnya saya ndak ngeh. Saya baru sadar waktu si pelaku ini sudah berhadap-hadapan muka dengan Cem. Tangan bapak itu udah ngacung, seperti mau mukul,” tutur Ali yang menyaksikan kejadian tersebut.

Cem memberi isyarat agar Ali dan Azizam merekam kejadian itu. Cekcok tak terrelakkan. Bahkan pelaku melontarkan kata kata kasar.

“Kamu wartawan bodoh, kamu wartawan banci.”

Cem menimpali dengan melontarkan kalimat sama, “Kamu itu pejabat bodoh, pejabat banci,” ucap Cem.

Cekcok mereda setelah keduanya sama-sama menjauh.

Kabag Humas Setda Kota Mataram Lalu Mashun mendekat untuk melerai dan menenangkan keduanya.

Kejadian tersebut pun sampai di telinga pengurus Aliansi Jurnalis Independent (AJI) di Ibu Kota Propinsi.

AJI pun mengecam tindakan yang tidak semestinya dipertontonkan si oknum pejabat tersebut. (SN-01)

Comments
Loading...