IJTI NTB Siap Advokasi Wartawan Korban Intimidasi

Suaranusa.com, Mataram–Perlakuan tidak menyenangkan dan dugaan intimidasi yang dilakukan oknum pejabat Pemkot Mataram terhadap wartawan Suara NTB Muhammad Kasim (Cem) saat melakukan kegiatan peliputan di lingkup pemerintah kota Mataram Rabu (04/04/2018) menambah deretan panjang sikap arogansi oknum pejabat terhadap Jurnalis di NTB.

Atas kejadian tersebut Ikatan Jurnalis Televisi Indonesia (IJTI) NTB mendukung segala langkah yang akan ditempuh oleh korban dan AJI Mataram untuk melakukan langkah advokasi dan upaya hukum lainnya.

“Kita menyayangkan di era transparansi dan keterbukaan saat ini masih saja ada  oknum pejabat yang bermental seperti itu. Dia mungkin lupa bahwa dia mengemban amanat rakyat, dan wartawan itu adalah mitra untuk menyampaikan informasi ke  publik,” ujar Riadis Sulhi Ketua IJTI NTB.

“Tindakan intimidasi dan arogansi itu merupakan warisan feodal yang harus dilawan, tidak boleh ditunjukkan apalagi oleh pejabat yg seharusnya bisa menjadi contoh yang baik bagi masyarakat,” lanjutnya.

Menyikapi hal tersebut IJTI NTB  mendesak ada tindakan nyata untuk menyelesaikan dugaan intimidasi tersebut, misalnya kedua belah pihak harus duduk bersama dengan hearing atau mediasi yang berimbang, jika tidak nenemui kata sepakat maka langkah advokasi harus ditempuh untuk memberikan efek jera.

“Silahkan kedua belah pihak duduk bersama dengan i’tikad baik untuk menyelesaikan masalah, jika buntu maka langkah advokasi harus ditempuh, karena kegiatan jurnalistik untuk mendapatkan informasi publik itu dilindungi undang undang. Di sisi lain tindakan arogansi dalam bentuk apapun harus dilawan, itu harus,”  pungkasnya. (SN-02)

 

Comments
Loading...