Ketua AJI Mataram: “Tindakan Nazaruddin Tidak Layak”

Suaranusa.com, Mataram–Ketua AJI Mataram Fitri Rachmawati, secara tegas menyikapi persoalan arogansi yang ditunjukan kepada Wartawan Suara NTB–Muhammad Kasim, oleh oknum Pejabat Pemkot Mataram, Muhammad Naziruddin.

“Kejadian itu harus menjadi pelajaran penting bagi para pejabat publik untuk tidak menujukkan sikap arogansi dalam menanggapi pertanyaan maupun pemberitaan jurnalis,” cetus Fitri.

Dia mengatakan bahwa pejabat sebagai pelayan publik harus siap terhadap ktitik dan masuamkan bukan menjadi pejabat yang anti kritik.

“Saya menilai tindakan pejabat Pemkot ini tidak layak dilakukan oleh seorang pelayan rakyat, apalagi upaya konfirmasi dan disiplin verifikasi telah  ditunjukkan oleh jurnalis Suara NTB, Muhammad Kasim,” tegasnya.

Kejadian tersebut berawal ketika

Jurnalis Suara NTB, Muhammad Kasim, menemui pelaku oknum Kabag Infrastruktur dan Kerjasama Setda Kota Mataram, M. Nazarudin Fikri.

Niatnya ingin mengkonfirmasi soal rendahnya serapan realisasi fisik dan keuangan Pemkot Mataram triwulan pertama.

Awalnya situasi biasa saja, Muhammad Kasim menyampaikan dan mengonfirmasi data Lembaga Kebijakan Pengadaan Barang dan Jasa Pemerintah (LKPP). Justeru  oknum pelaku menunjukan ketidakramahan kepada tamunya.

Malah oknum pejabat Pemkot Mataram tersebut bertanya balik kepada Wartawan Suara NTB tersebut.

“Anda dapat data dari mana itu?,” sergah pelaku.

“Saya dapat dari data dari web monev LKPP,” jawab Cem, sapaan Muhammad Kasim.

“Silahkan saja pakai (Data LKPP), saya no comment,” timpal Nazarudin dengan nada kasar.

Mendengar jawaban itu, Cem memilih tidak melanjutkan pertanyaan dan beringsut pergi.

Lima menit kemudian dia berkumpul dengan jurnalis lainnya Ali Ma’sum Radar Lombok dan Azizam TVRI NTB.

Tak disangka, oknum pejabat tersebut keluar dari ruang rapat dan memanggil Cem dengan nada tinggi.

“Saya kaget, tiba tiba ada yang teriak “sini”. Awalnya saya ndak ngeh. Saya baru sadar waktu si pelaku ini sudah berhadap-hadapan muka dengan Cem. Tangan bapak itu udah ngacung, seperti mau mukul,” tutur Ali yang menyaksikan kejadian tersebut.

Cem memberi isyarat agar Ali dan Azizam merekam kejadian itu. Cekcok tak terrelakkan. Bahkan pelaku melontarkan kata kata kasar.

“Kamu wartawan bodoh, kamu wartawan banci.”

Cem menimpali dengan melontarkan kalimat sama, “Kamu itu pejabat bodoh, pejabat banci,” ucap Cem. Cekcok mereda setelah keduanya sama-sama menjauh.

Kabag Humas Setda Kota Mataram Lalu Mashun mendekat untuk melerai dan menenangkan keduanya. (SN-02)

 

Comments
Loading...