Gila! Harga Mitan Melambung, Ibu -Ibu di Sumbawa Menjerit

Suaranusa.com, Sumbawa Besar—Kebutuhan masyarakat terhadap penggunaan minyak tanah (mitan) di Kabupaten Sumbawa terbilang masih tinggi. Masyarakat masih membutuhkan pasokan mitan khususnya para ibu rumah tangga di Desa-Desa.

Namun kebutuhan mitan tersebut ternyata kerap dipermainkan oleh oknum pedagang yang sengaja memanfaatkan tingginya kebutuhan masyarakat tersebut. Di beberapa Desa di bagian timur Kabupaten Sumbawa, harga mitan melambung hingga Rp 7.000 per liter. Padahal harga eceran tertinggi (HET) hanya Rp. 3.500.

Salah satunya di Desa Labuhan Jambu, Kecamatan Tarano, yang mana harga per liter minyak tanah mencapai Rp 5.000. Untuk mendapatkannya, masyarakat harus antre. Jika membeli di luar antrean maka harus membayar Rp 6.000 per liternya.

“Kami di Dusun Jambu Barat RT 05 RW 03 Desa Labuhan Jambu dijatah maksimal 5 liter setiap Kepala Keluarga. Kami membeli di UD Fajriyah,” sebut seorang warga setempat, Mario.

Anehnya, di papan keterangan Harga Eceran Tertinggi (HET) di UD Fajriyah tersebut tidak dicantumkan nomimal harga sehingga masyarakat setempat tidak mengetahui harga pas mitan.

Penelusuran di Kecamatan Plampang dan Lape, juga sama sama. Harga mitan di masyarakat bahkan di kisaran Rp 7.000 per liter.

“Harga mitan di Lape, mencapai Rp 6.000 hingga Rp 7.000 per liter,” ungkap Babinsa setempat, Serma. Arsyad Sukma.

Terkait persoalan ini, pihak Pertamina Depo Badas, tidak tahu menahu. Pertaminan hanya mengurus pendistribusian BBM jenis kerosen atau minyak tanah yang tidak pernah tersendat.

Pihak Pertamina juga mendistribusikan mitan sesuai order dari agen yang setiap hari dikeluarkan dari Depo Pertamina Badas.

Layanan Jual dan General Affair Depo Pertamina Badas, Gilang Armada Hariyono Saputra, kepada media ini, mengatakan bahwa pihak Pertamina tidak mengetahui adanya perbedaan harga di tingkat bawah.

“Kami hanya mendistribusikan sesuai dengan kuota agen yang sudah ada. Tidak pernah ada pasokan yang terlambat kecuali kondisi geografis seperti di Mantar Sumbawa Barat. Mengenai harga yang di atas HET kami tidak punya kewenangan untuk menanggulanginya. Kami hanya mensupport dan mengeluarkan BBM,” sebut Gilang Armada.

Dia menambahkan, pihaknya selalu berusaha untuk menjamin kelancaran pasokan mitan bagi masyarakat. Setiap hari pihaknya mengeluarkan maksimal 65.000 kilo liter. (SN-02)

 

Comments
Loading...