NTB Akan Jadi Pusat Teknologi dan Industri Nasional di Tangan Zul-Rohmi

Suaranusa.com, Lombok Timur–Pasangan Calon Gubernur dan Wakil Gubernur NTB, Dr. Zulkieflimansyah dan Dr. H. Sitti Rohmi Djalillah (Zul-Rohmi), berkeinginan menjadikan NTB sebagai pusat teknologi dan Industri nasional.

Keinginan tersebut disampaikam oleh Zulkieflimansyah ketika mendapat giliran berkampanye di Lombok Timur, Jum’at (13/04/2018)

Doktor bidang ekonomi industri yang bercita-cita menjadikan NTB sebagai pusat teknologi dan industri nasional tersebut menyempatkan waktu menyapa dan berdialog dengan warga korban banjir yang pernah menggegerkan Lotim November 2017 lalu.

Seperti biasa, penyuka pisang goreng tersebut duduk santai bersama warga Desa di wilayah Kecamatan salah satu titik terparah yang diterjang banjir saat itu, Doktor Zul dengan sabar mendengar keluh kesah warga.

Di hadapan Doktor, beberapa warga begitu bersemangat menceritakan kondisi mereka saat diterjang banjir. Rumah-rumah mereka ada yang terbawa arus, yang tertinggal hanya pondasinya, sampai sekarang belum diperbaiki.

Mereka juga mengeluhkan jalan yang rusak dan pemimpin daerah  yang jarang turun. Masalah keamanan dan minuman keras selalu merisaukan masyarakat. Mereka berharap Doktor Zul dapat memberikan solusi seandainya terpilih  menjadi Gubernur NTB  nanti.

Menurut Muhammad Said, lima bulan pasca banjir, tempat ini belum ditata betul. Beberapa rumah warga  tinggal pondasinya saja. Jalan-jalan belum diperbaiki. Yang menghawatirkan, ada dua masalah yang merisaukan didesa ini. Pertama, masalah keamanan dan ketentraman.

Di kampung ini tidak ada yang mau menjadi kaya karena banyak perampokan. Kalau ada sedikit hasil pertanian, malamnya kita dirampok. Dulu di sini banyak sekali peternak sapi, karena perampokan merajalela sekarang tinggal beberapa saja yang ternak sapi.

Kedua, masalah minuman keras yang semakin hari semakin menjadi-jadi.

“Bagaimana masa depan kami, kalau di tempat  ini tidak ada jaminan keamanan dan ketentraman,” Ungkap salah satu tokoh pemuda Kecamatan Keruak, Muhammad Said.

Menyawab keluhan warga, Doktor Zul menyampaikan misi mulianya pulang ke NTB.

Ia Nyagub bukan karena tidak laku di Jakarta, melainkan balik ke NTB karena kecintaanya pada Provinsi yang dipimpin Tuan Guru Bajang.

Selanjutnya Dr Zul juga  membeberkan pernah bersama TGB menghadiri presentasi dari pemerintah pusat menyangkut masa depan NTB.

“NTB ke depan adalah NTB yang baru dan berbeda. NTB akan mengerjakan berbagai proyek-proyek besar demi kemajuan dan kesejahteraan rakyat,” ujar Dr Zul dengan nada optimis.

Lebih jauh Dr Zul mengutarakan, ke depan, geliat pembangunan akan semakin cepat di NTB. NTB akan  sangat terbuka dan menjadi destinasi menggiurkan bagi industri dan proyek-proyek besar di negeri ini. Proyek-proyek Trilyunan rupiah akan akrab menyapa kita semua.

“Yang siap akan berpartisipasi dalam arus besar ini. Yang tidak siap akan ketinggalan dan hidup dengan mengutuk malam,” ungkapnya.

“Saya pulang ke NTB karena tidak menginginkan anak-anak kita di daerah ini menjadi penonton di tempatnya sendiri. Masalah kriminalitas, perampokan, miras, dan sekelumit problematika yang kita hadapi saat ini akar masalah utamanya adalah karena kemiskinan dan pengangguran. Pemimpin kita jarang sekali turun menyapa rakyatnya, sehinga mereka merasa jauh, seolah-olah tidak punya pemimpin,” lanjutnya.

Ia pun  menjelaskan Zul-Rohmi berkomitmen penuh akan tetap turun menyapa masyarakat ketika nanti terpilih menjadi Gubernur seperti yang dilakukan saat ini.

Untuk mengatasi kemiskinan dan pengangguran, Zul-Rohmi akan mendorong pengembangan industri olahan dan menghadirkan industri permesinan.

Walaupun tidak mudah, Doktor Zul optimis, ke depan NTB akan banyak hadir industri pengolahan, akan banyak hadir pabrik-pabrik pengolahan. Ia berpesan agar masyarakat menyiapkan diri.

“Jadi, mari kita berbenah secara serius. Sekolahkan putra-putri kita. Yang muda-muda, upgrade kapasitas dan asah keahlian baru untuk menyambut era peradaban baru. Tak cukup dengan berdiam diri, mengomel mengutuk kegelapan untuk kemudian jadi penonton dan pengamat,” tegasnya. (SN-01)

 

Comments
Loading...