Siapa Sebenarnya Dr. Zul

Opini oleh: Hans Abdullah, Koresponden Liputan6.com, NTB

Suaranusa.com, Mataram– Beberapa bulan lagi akan digelar sebuah pesta demokrasi di Provinsi NTB ini, yaitu Pemilihan Kepala Daerah (Pilkada) serentak tepatnya pada hari Rabu ‪tanggal 27 Juni 2018.

Proses penyelenggaran pilkada juga telah terlaksana mulai dari masa pendaftaran pasangan calon (paslon) penetapan paslon, kampanye hingga pendistribusian Alat Peraga kampanye (APK) bahan penetapan design gambar paslon di surat suara.

Ada yang menarik pada pemilihan gubernur saat ini, yaitu ke empat pasangan calon yang akan bersaing nanti masing masing memiliki cara tersendiri untuk mencari dukungan dan simpatisan.

Misalnya, ada pasangan calon yang ‘hobi’ memasang baliho di seluruh ruas jalan, atau ada juga pasangan calon yang tak mau pasang baliho banyak banyak namun aktif menggelar kampanye monologis.

Ada juga pasangan calon yang hobinya blusukan dan menyapa warga secara door to door atau juga ada pasangan calon yang memiliki relawan  dengan surban yang diikat di kepala dan juga di leher.

Namun, itu semua halal dan tidak boleh ada yang disalahkan ataupun yang menyalahkan, karena setiap pasangan tentu mengetahui bagaimana cara menarik hati pendukungnya, selama tidak terlibat dengan money politic ataupun politisasi SARA.

Berbicara tentang calon Gubernur, ada satu hal yang saat ini masih menjadi tanda tanya bagi penulis yaitu sosok Dr. Zulkieflimansyah  atau pak Zul, atau yang lebih keren lagi sebutannnya Bang Zul.

Iya, sosok ini sebelumnya namanya agak sedikit asing jika dibandingkan dengan pasangan calon lainnya yang lumayan populer. Bagaimana tidak, jika melihat ke calon Gubernur selain Zul, rata rata mereka adalah mantan kepala daerah. Ada yang Bupati ada juga yang walikota.

Suhaili misalnya, ia adalah Bupati lombok Tengah, kemudian Ahyar Abduh yaitu Walikota Mataram, dan Ali Bin Dahlan, Bupati Lombok Timur. Jadi wajar saja ketiga calon itu lebih dikenal oleh warganya karena menjadi pemimpin mereka

Nah, kalau Zulkieflimansyah bagaimana, siapa dia, dan apa kontribusinya untuk NTB?? Pertanyaan itu sering muncul di kalangan warga, yang mungkin akan dijelaskan oleh penulis tentang siapa sosok tersebut sebenarnya.
Maklum, penulis baru tau juga, bagaimana, siapa dan apa kontribusinya sosok Zulkieflimansyah untuk NTB ini.

Eits, ini bukan bahan untuk kampanye ya, tetapi ini murni untuk mengikuti petunjuk KPU, yaitu “Kenali Calonnya”.
Tujuannya, tak lain dan tak bukan adalah untuk menghindari black Campaigne yang dilakukan oleh orang-orang yang tidak bertanggung jawab.

Sebab, dampak yang ditimbulkan adalah maraknya ujaran kebencian (Hate Speech) sehhingga akan memicu pergolakan. Padahal itu semua berangkat dari ketidaktahuan orang orang tentang sosok ini, sehingga sekarang penulis akan meluruskan bagaimana dan siapa sebenarnya sosok Zul ini.

Karena bagaimanapun juga ia adalah calon Gubernur di Provinsi yang kita cintai ini. Ok kita mulai saja,

Siapa Dr. Zulkieflimansyah??

Jauh sebelum penetapan atau bahkan pendaftaran Calon sosok ini sudah beredar di mana mana, maksudnya bukan orangnya ya, tapi Balihonya. Yang mana di Baliho tersebut ada fotonya dan tulisan “Lanjutkan Ikhtiar TGB”

Banyak yang bertanya, memang siapa Dr. Zulkieflimansyah ini apakah dia saudaranya TGB, iparnya TGB, Anak Buahnya TGB  atau siapa? Terakhir baru diketahui bahwa Dr. Zul adalah sahabat karib Tuan Guru Bajang.

Itu terbukti dari persamaan keduanya menjadi seorang politikus pada tahun 2004 silam. Yang mana di tahun itu TGB  pertama kali menjadi anggota DPR-RI dari Partai Bulan Bintang, dan Dr. Zulkieflimansyah juga pertama kalinya menjadi Anggota DPR-RI dari PKS.

Jadi jawaban pertama, Dr. Zulkieflimansyah adalah sahabat lama dan sahabat karib TGB.

Ok yang kedua, dari mana asalnya?.

Nah, bicara tentang orang mungkin dilarang karena termasuk bagian dari Ghibah, dan dosa Ghibah itu sangat besar loh. Tetapi penulis disini tidak mau ghibah melainkan ingin meluruskan agar masyarakat mengenali calon Gubernur yang satu ini.

Banyak orang yang bicara begini, “katanya, Dr. Zul ini bukan orang NTB tetapi orang Banten,”? kata siapa,? Tanyaku. Mereka jawab “Noh, dia jadi Anggota DPR-RI dari Daerah pemilihan Banten, bukan NTB,” jawabnya.

Ok, bicara soal daerah pemilihan itu tidak harus sama tempat lahirnya sama daerah pemilihannya. Kita ambil contoh ringan aja, mungkin pembaca pada sudah mengenal sosok Helmi Faisal Zaini, Anggota DPR-RI dari partai PKB.

Nah Helmi Faisal Zaini atau (HFZ) menjadi anggota DPR-RI dari Dapil NTB, tetapi apakah HFZ itu orang Lombok atau Sumbawa? Jelas bukan dunk. HFZ itu lahir dan tinggal di Cirebon, tetapi kenapa dapilnya NTB? Sah sah saja dan tak ada yang sewot kan??

Ya begitu juga dengan Dr. Zulkieflimansyah, ia putra asli Sumbawa lahir di Sumbawa pada 18 Mei 1972. Dan berhasil merebut suara puluhan ribu orang Banten yang mengantarnya menjadi anggota DPR-RI.

Jadi, jawaban kedua.. Dr. Zulkieflimansyah adalah putra NTB asli, lahir di Sumbawa Besar dan tinggal di Sumbawa Besar juga.

Nah pertanyaan pamungkas selanjutnya adalah, apa kontribusinya bagi NTB??

Disini penulis akan jelaskan tentang  apa saja kontribusi Dr. Zul bagi NTB ini, yaa mungkin gak terlalu lengkap bukan karena gak jelas, tetapi karena kebanyakan yang jika dirantai satu persatu akan menghabiskan ribuan kolom.

Tetapi, berdasarkan hasil wawancara langsung si penulis dengan Dr. Zul sendiri dan juga beberapa kutipan wawancara dengan media cetak sebelumnya. Penulis akan mengupas sedikit tentang itu.

Berbicara tentang kontribusi, sebagai anggota DPR-RI mungkin hanya mengandalkan reses dan dana aspirasi saja. Tetapi ternyata sangat banyak kontribusi Dr. Zul bagi pembangunan NTB khususnya di bidang pendidikan meskipun dapilnya berasal dari serang Banten.

Dikutip dari koran SuaraNTB yang diupload di website ‪Samawacendikia.com, disebutkan bahwa kontribusi Bang Zul sangat banyak dan tak terhingga dalam memajukan pendidikan Sumbawa, salah satunya adalah, dibangunnya beberapa tempat pendidikan seperti  Universitas Teknologi Sumbawa (UTS).

Yang mana, meski usia universitas itu terbilang masih belia, namun mahasiswa-mahasiswa UTS telah berhasil menorehkan banyak prestasi bukan hanya di tingkat nasional saja namun bahkan telah sampai di level Internasional. Seperti menangnya Tim Mahasiswa Bioteknologi UTS di Kompetisi Bioteknologi Dunia di MIT di Amerika.

Selain UTS, Dr. Zul juga membangun lembaga pendidikan lainnya seperti  TK dan SDIT Samawa Cendekia yang akan terus dikembangkan menjadi SMPIT dan SMAIT. Dan juga ada SMK Al Kahfi, SMK berbasis pesantren yang berada di kaki pegunungan di Olat Maras.

Kemudian ada juga perguruan tinggi Institut Ilmu Sosial Seni dan Budaya (IISBUD), dan Akademi Komunitas Olat Maras untuk pendidikan D1 dan D2.

Di sekitar kompleks pendidikan di pegunungan Olat Maras juga Dr.Zul juga mengembangkan Science and Techno Park untuk Bioteknologi serta hadir juga Sentra Industri Kecil dan Menengah (SIKIM).

Di Sumbawa Dr.Zul juga menggairahkan kegiatan sosial kemasyarakatan yaitu dengan membuat arena Pacuan Kuda yang dibangun di dekat lokasi pariwisata di Desa Penyaring.Di arena ini, dibuat event besar pacuan kuda setiap tahun yang diikuti kuda-kuda pacu dari berbagai provinsi di Indonesia. Setiap event biasanya diisi oleh banyak kemeriahan seperti lomba seni tradisional tari dan nyanyian.

Ternyata, ada yang menarik loh, yaitu agar para joki tak ketinggalan dalam belajar, Dr. Zul membangun sebuah sekolah yang dikhusukan untuk joki cilik. Sekolah tersebut tepat  di lokasi pacuan kuda yang bekerjasama dengan Fakultas Psikologi UTS.

Dan seperti yang dikatakan saat berpidato usai melakukan pendaftaran di KPU NTB yang berbunyi “ ” adalah hal yang sudah terbukti.
Dan pembuktiannya bukan dari NTB keseluruhan tetapi dari sebuah tempat kecil di NTB yaitu Olat maras, Sumbawa untuk Dunia.

Jadi jawabannya, kontribusi Dr. Zul untuk NTB sangat banyak meskipun ia anggota DPR-RI dapil Banten

__OPINI__

Comments
Loading...