Awalnya Diragukan Kini Zul Rohmi Diperhitungkan

Di Pulau Lombok Menang di Lotim, KLU dan Lobar

Suaranusa.com, Sumbawa Besar–Perlahan tapi pasti dukungan masyarakat terhadap pasangan Calon Gubernur dan Wakil Gubernur NTB Dr. H. Zulkieflimansyah SE., M.Sc—Dr. Hj. Sitti Rohmi Djalilah, terus meningkat. Masyarakat semakin dekat dan bersimpati terhadap pasangan yang sangat giat blusukan dan menemui rakyat dari semua strata hingga di pelosok dusun sekalipun.

Cara pendekatan yang merakyat ini membuahkan hasil terutama di Pulau Lombok. Beberapa Kabupaten di pulau tersebut telah menempatkan posisi Zul—Rohmi pasangan yang diusung PKS dan Demokrat ini di tempat teratas.

Berdasarkan hasil survey terakhir beberapa lembaga, Zul-Rohmi menang di Lombok Timur, Lombok Utara dan Lombok Barat. Pasangan bernomor urut tiga ini masih kalah di Lombok Tengah dan Kota Mataram. Sedangkan Pulau Sumbawa, Zul-Rohmi tetap mendominasi.

Hal ini diakui Doktor Zul—sapaan Cagub NTB yang dikenal santun dan sederhana ini.

“Hasil survey terakhir, alhamdulillah pasangan Zul-Rohmi menang di Lombok Timur, Lombok Utara, dan Lombok Barat. Namun masih kalah di Lombok Tengah dan Kota Mataram, sehingga dibutuhkan upaya dan kerja keras dari tim dan relawan. Ini harus saya katakan sebagai acuan kita bersama untuk bekerja keras dan terus berjuang. Kami akan memanfaatkan waktu tersisa untuk meraih kemenangan di semua Kabupaten/Kota,”  ujar Doktor Zul saat menghadiri Musyawarah Anak Cabang (Musancab) DPC Partai Demokrat Zona III yang dipusatkan di Gedung Diponegoro Sumbawa, Sabtu (21/04/2018)

Doktor Zul mengakui awalnya banyak yang meragukan pasangan Zul-Rohmi untuk bisa bersaing dengan tiga pasangan lainnya. Namun Zul—Rohmi tidak peduli dan terus bergerak.

Zul-Rohmi terinspirasi dengan salah satu buku yang sangat terkenal di Amerika berjudul “The Engenering Coorporation” yakni bagaimana permainan dalam industri dan dalam persaingan kemudian ditata ulang. Buku ini juga telah banyak menginspirasikan perusahaan-perusahan besar maupun industri besar di Amerika.

Dalam penggalan buku ini, menceritakan dua orang pimpinan eksekutif. Keduanya ingin membicarakan sesuatu yang sangat rahasia dan tidak boleh didengar orang lain. Keduanya pun bersepakat untuk membicarakannya sambil bermain Golf.

Merekapun memilih bermain di lapangan Golf yang jauh dari kota dan dekat dengan hutan, agar lebih tenang, sepi dan tidak ada yang mengganggu. Sembari berdiskusi, mulailah memukul bola di hold pertama. Namun pada pukulan hold ketiga salah satu eksekutif memukul bola terlampau keras sehingga bola melambung dan terjatuh persis di pinggir hutan. Keduanya berjalan menuju bola sambil berdiskusi asyik sehingga mereka tidak sadar sudah berada di dalam hutan.

Keduanya juga sadar bahwa konon menurut masyarakat setempat di sekeliling hutan tersebut masih banyak binatang buasnya. Belum sempat mereka mengambil bola, sudah ada seekor macan yang sedang menunggu sambil mengibas-ibas ekornya. Kedua eksekutif itu mulai berpikir antara maju atau mundur, karena seekor Macan buas tersebut siap mengejar dan menerkamnya.

Akhirnya salah seorang di antaranya mulai membuka sepatu, kaos kaki, dan sarung tangan. Melihat itu eksekutif satunya sedikit heran dan bertanya mengenai tingkah rekannya tersebut. “Wahai sahabat kenapa membuka sepatu, kaos kaki, serta sarung tangan, sementara macan itu lebih cepat larinya dari kita,” tanya eksekutif yang tidak melakukan seperti yang dilakukan rekannya.

Lalu dijawab, “benar sahabatku, saya buka sepatu, kaos kaki, dan sarung tangan agar saya bisa lari lebih cepat daripada anda. Sebab tidak mungkin Macan itu menerkam kita sekaligus, tentu diterkam satu per satu. Sehingga saya masih punya kesempatan untuk bisa selamat.

Menurut Doktor Zul, intisari dari cerita di buku tersebut bahwa di dalam berpolitik terlampau banyak Macan yang sudah siap menerkam. Sehingga politisi atau pengelola parpol yang akan menang yakni politisi yang sudah siap dan mengetahui persis bahwa ada macan yang menunggu di sana. Tentunya karena Macan lebih cepat lari darinya, maka tugasnya harus mempersiapkan diri sematang mungkin dengan cara membuka sepatu, kaos kaki, dan sarung tangan agar mampu berlari lebih cepat. Minimal berlari lebih cepat dari teman-teman yang ada di sampingnya.

“Saya kira filosofi sederhana dari buku ini menjadi inspirasi bagi saya dalam menghadapi Pilgub 2018 ini,” ujar Doktor Zul.

Zul-Rohmi akan melakukan seperti yang dilakukan eksekutif yang membuka sepatu, kaos kaki, dan sarung tangan serta siap berlari kencang. Dengan harapan jika Macannya datang secara tiba-tiba, maka yang disergap terlebih dahulu bukan pasangan Zul-Rohmi.

Begitu juga dengan semangat kegiatan Musancab DPC Partai Demokrat Sumbawa yang digelar ini, semua partai lawannya lebih gesit. “Lawan pasangan Zul-Rohmi adalah siapa yang tidak siap membuka sepatu, kaos kaki, dan sarung tangan,” pungkasnya. (SN-01

Comments
Loading...