Di Pulau Moyo, Dr Zul Tegaskan Jangan Beli Kucing Dalam Karung

Di Pulau Moyo, Dr Zul Tegaskan Jangan Beli Kucing Dalam Karung

Suaranusa.com, Pulau Moyo–Kampanye menyapa masyarakat Cagub Nomor 3, Dr. Zulkieflimansyah, Sabtu (21/04/2018) menyisir pesisir utara Kabupaten Sumbawa. Kali ini di empat Desa di Kecamatan Labuhan Badas yang berada di Pulau Medang dan Pulau Moyo.

Kebiasaan menyapa masyarakat tersebut dimanfaatkan oleh pendiri UTS tersebut untuk mendengar langsung aspirasi masyarakat yang ditemui. Karena kebanyakan calon pemimpin hanya mengutus tim suksesnya saja tanpa berani mendatangi masyarakat secara langsung.

Seperti yang dilakukan di Desa Sebotok, Pulau Moyo, Kecamatan Labuhan Badas. Di Desa bagian utara Pulau Moyo tersebut, juru bicara atau orator kampenye Dr. Zul, Sambirang Ahmadi, menyampaikan di hadapan masyarakat yang multi etnis di Desa Sebotok, bahwa pihaknya sengaja datang dan memperkenalkan secara langsung Cagub NTB, Zulkieflimansyah.

“Kita harus mengenal calon pemimpin kita. Itu sebabnya Dr Zul untuk mendatangi masyarakat di Desa ini.

Pernahkah ada calon pemimpin NTB datang bersilaturrahim ke Desa ini. Karena dengan datang langsung tanpa  bertanya pun sudah tahu apa yang dibutuhkan. Banyak calon pemimpin yang datang hanya timsesnya. Belum tentu yang disampaikan utuh kepada calon pemimpin,” ungkap Sambirang.

Dia pun mengajak agar masyarakat setempat memilih orang yang mengenal kita dan kita mengenalnya.

Dalam orasinya di lapangan Desa Sebotok, Cagub pasangan Zul-Rohmi tersebut mengutarakan bahwa banyak kandidat tidak berani mengunjungi Desa dan Dusun. Zul-Rohmi mengunjungi Desa dan Dusun untuk mendatangkan keberkahan.

“Ternyata banyak orang tua di Desa tidak kuat keluar rumah. Jadi jangan lagi membeli kucing dalam karung apalagi karung di dalam perut kucing. Calon pemimpin NTB ke depan harus mengetahui narasi tentang NTB,” cetusnya.

Dalam kesempatan tersebut, Dr Zul menegaskan bahwa kunjungannya di Desa Sebotok mendapatkan banyak hal yang akan menjadi perhatian jika nanti diamanahkan masyarakat NTB menjadi Gubernur.

Antara lain persoalan pendidikan, kesehatan, maupun akses telekomunikasi yang selama ini menjadi masalah utama di Desa tersebut. (SN-02)

 

Comments
Loading...