Pantai Loang Baloq Tak Terurus

Suaranusa.com, Mataram– Wisatawan mengeluhkan fasilitas dan tidak adanya petugas kebersihan di taman wisata Loang Baloq yang berada di Desa Loang Baloq, Kecamatan Ampenan, Kabupaten Lombok Barat, Nusa Tenggara Barat.

Taman wisata Loang Balok merupakan salah satu destinasi wisata pantai yang dekat dengan pusat Kota Mataram, mempunyai luas sekitar satu hektar. Objek wisata ini sudah dilengkapi dengan beberapa fasilitas pendukung seperti lahan parkir, tempat berolahraga, mushollah lapak dagang, berugak (gazebo) dan permainan air.

Tempat wisata ini dibangun sejak tahun 2008 dan mulai beroperasi pada tahun 2011, namun seiring waktu, fasilitas yang ada di dalamnya sudah banyak yang mulai rusak dan tidak terawat dengan baik.

Selain itu sudah tidak lagi ada petugas kebersihan yang mampu menjaga dan merawat taman wisata ini. Kondisi tersebut sontak membuat para wisatawan merasa sangat kecewa, karena tempat yang menyuguhkan keindahan pantai dan kolam berbentuk pulau Lombok yang menjadi salah satu icon wisata tempat ini seharusnya terjaga dan dirawat dengan baik.

Kurangnya fasilitas seperti tong sampah juga sangat mempengaruhi kebersihan dan kenyamanan wisatawan yang berkunjung. Setiap hari tempat ini biasanya dikunjungi ratusan bahkan ribuan wisatawan di hari libur dengan biaya masuk dan parkir yang cukup murah yaitu Rp 2.000.

Namun lambannya penanganan dan perhatian pemerintah terhadap tempat ini sangat meresahkan wisatawan. Kesan kotor tampak sangat jelas dan berdampak buruk terhadap para wisatawan yang berada di tempat ini.

“Saya datang bersama keluarga. Saya belum sering datang ke tempat ini, baru beberapa kali saja. Di sini pengunjungnya ramai, tapi dari segi fasilitas masih belum cukup, kita lihat saja di sini masih banyak sampah yang berserakan. Harapan saya kita semua bisa menjaga kebersihan, dan fasilitasnya diperbaiki, gak asik juga di liatnya,” kata seorang pengunjung Pantai Loang Baloq, Samsul Rizal, kepada media ini, Senin (22/04/2018).

Selain kurangnya fasilitas dan kebersihan, masih ada masalah lain yang timbul di sana. Para pedagang yang berjualan sembarangan dan tidak tertib di pinggiran pantai ini sangat mengganggu dan menghalangi pemandangan wisatawan sehingga mereka agak segan untuk duduk di pinggir pantai.

Para pedagan ini sebenarnya sudah diberikan tempat dan difasilitasi oleh pemerintah, namun karena tempat yang dirasa kuang strategis akhirnya sebagian dari memutuskan untuk pindah ke tempat yang lebih ramai dan merusak pemandagan.

Pengelola Pantai Loang Baloq, Bukhari Rahman, mengatakan bahwa rencananya tahun ini Dinas Pariwisata akan merehab fasilitas yang sudah rusak.

“Saat ini sampah belum ada yang menangani dan yang kerja rata-rata adalah janda, sekarang tempat ini sudah mulai di perhatikan oleh dinas kebersihan, kemudian di sini lapaknya juga tidak di pakai semua. Kemungkinan lapak di sini akan di pindahkan dekat deng pantai,” ujarnya.

Dia menambahkan bahwa meski tempat ini tampak kotor dan kekurangan fasilitas namun pengunjung atau wisatawan tetap saja mendatangi tempat ini dengan alasan sangat dekat ditempuh dan mudah dijangkau. (SN-06)

Comments
Loading...