Dr Zul Ungkapkan Visi Besar UTS di Hadapan 528 Calon Maba

Suaranusa.com, Sumbawa Besar–Pendiri Universitas Teknologi Sumbawa (UTS), Dr. H. Zulkieflimansyah bertemu calon mahasiswa baru UTS yang akan mengikuti tes masuk jalur beasiswa Tau Samawa, Minggu (22/04/2018).

Di hadapan 528 calon Mahasiswa Baru ( MaBa), Doktor Zul menjelaskan visi UTS.

Kampus yang dijuluki kampus elang ini memiliki visi ‘Menjadi Rumah Pembelajaran yang Nyaman dan Menyenangkan untuk Tumbuh Utuh Sebagai Manusia dan Bermanfaat bagi Semesta Alam’

Ia menjelaskan mengapa UTS disebut Kampus Elang. Kampus Elang filosofinya terinspirasi dari cerita seorang petani yang menemukan telur elang.

Oleh si petani, telur tersebut dierami ayam miliknya. Kemudian menetas, seiring berjalan waktu anak elang pun tumbuh besar seperti elang-elang pada umumnya, namun ada yang aneh, elang tersebut tidak bisa terbang. Dia tidak pernah mengepakkan sayapnya. Dia mati dalam keadaan tidak bisa terbang.

Sendainya elang tersebut berusaha mengepakkan sayapnya, jangankan dua atau tiga pulau, lautan, samudra akan mampu ia taklukkan bahka dia dapat melayang terbang tinggi ke angkasa.

Sayangnya, telur elang yang dierami ayam, besar bersama ayam dan hidup di lingkungan ayam ini tidak pernah satu kali pun mengepakkan sayapnya. Ia pun mati meninggalkan nama seekor elang yang tidak bisa terbang.

Doktor Zul terinspirasi dari cerita tersebut mengapa UTS dinamakan Kampus Elang.

Menurutnya, di Sumbawa perlu ada satu tempat khusus mengerami telur elang. Jangan sampai telur-telur elang dierami ayam, hidup dan besar di lingkungan ayam.

Karenanya ia mendirikan UTS. Ia mengundang dosen-dosen muda terbaik. Dosen-dosen muda ini diibaratkan elang yang akan mengerami telur bukan hanya telur elang, tapi beraneka ragam telur. Harapannya, telur-telur yang dierami, kelak bisa menetas, tumbuh, besar, dan bisa terbang ke angkasa.

Doktor yang pernah menjadi Peneliti Terbaik Indonesia Bidang Ekonomi dan Manajemen ini menjelaskan misi UTS merekrut dosen-dosen muda terbaik dan berbakat.

Tugas Dosen bukan hanya sekedar mengajar tetapi tugas dosen memberikan inspirasi, mendustribusukan harapan, sehingga yang dieram tumbuh berkembang, bisa mengepakkan sayapnya dan mampu terbang.

“Kenapa itu penting, karena UTS punya cita-cita mulia bisa melahirkan para pemenang. Kalau jebolan UTS bukan pemenang, kalau tidak berani meretas jalan baru, mustahil akan bisa bertahan dalam segala ujian kehidupan,” jelas Zul.

Zul mepaparkan, visi UTS sebagai Learning Comunity, sebagai rumah pembelajaran. Pembelajaran adalah inti kehidupan. Orang kalau tidak belajar sebebarnya sudah mati.

“Setiap hari, kita saksikan kehidupan di sekeliling kita, pohon yang tadinya kecil tumbuh besar, terus berubah menjadi tempat yang nyaman disinggahi oleh siapapun. Itu merupakan proses pembelajaran. Bagaimana dengan kita, sudah berubah atau belum. Apa yang sudah kita berikan buat kehidupan,” tambahnya.

Rumah pembelajaran itu maknanya dalam terangnya, dan UTS adalah rumah yang nyaman dan menyenangan bagi siapapun. UTS baru dikatakan nyaman kalau dosen, para staf, mahasiswa dan siapun yang ada di lingkungan ini merasa betah dan enggan pulang.

“Di UTS menghadirkan kebahagiaan bagi siapapun, karena kita bertemu orang yang selalu tersenyum, kita bertemu orang yang ramah, kita bertemu orang yang bersahabat. Di UTS kita bertemu teman-teman dari seluruh Indonesia, di UTS kita berjejaring, di UTS kita belajar dan tumbuh bersama dalam kebahagiaan,” kata Doktor Zul.

Kemudian Doktor Zul menegaskan, siapapun yang berada dan belajar di lingkungan UTS, harus tumbuh utuh sebagai manusia.

“Di UTS, siapa saja, para Dosen, Staf, Mahasiswa, harus tumbuh. Tapi jangan hanya tumbuh fisiknya, kematangan spiritualnya harus tumbuh, intelektualnya juga harus tumbuh. Fisiknya prima, staminanya ok, intelektualnya juga hebat. Tiga hal ini yang harus tumbuh, Fisik ok, Intelektual ok, dan spiritual juga ok,” ungkapnya.

Terakhir, selain tumbuh utuh sebagai manusia juga bermanfaat bagi semesta alam. Jadi, UTS ini menjadi rumah pembelajaran yang menyenangkan bagi siapa saja sehingga mampu melahirkan mahasiswa yang dapat menghadirkan bermanfaat bagi semesta alam bukan hanya buat sesama manusia tapi juga buat makhluk hidup yang ada di sekeliling kita.

 

Untuk diketahui tes jalur beasiswa Tau Samawa dilaksanakan selama 3 Hari, yakni minggu hingga selasa (22-24 April 2018). Beasiswa Tau Samawa adalah beasiswa yang diperuntukkan bagi siswa-siswi Kabupaten Sumbawa dan Kabupaten Sumbawa Barat (KSB) yang ingin mengembangkan diri dan memiliki tekad membangun dan berkontribusi bagi daerah Sumbawa khususnya dan Indonesia umumnya.

Tahun ini, beasiswa Tau Samawa diikuti oleh 528 calon mahasiswa baru UTS. Yang akan diterima hanya 300 mahasiswa. Jadi ada peningkatan dari tahun sebelumnya yang hanya menerima 200 mahasiswa khusus beasiswa tau samawa.

Di samping itu, UTS juga menerima mahasiswa baru jalur Beasiswa Nusantara yang membuka peluang bagi calon mahasiswa dari seluruh Indonesia untuk bisa kuliah di UTS. (SN-01)

Comments
Loading...