Darmawan Sebut Tak Ada Mahar dan Pembebanan Kepada Kader Partai Berkarya

Darmawan Sebut Tak Ada Mahar dan Pembebanan Kepada Kader Partai Berkarya

Suaranusa.com, Mataram— Ketua DPW Partai Berkarya, H. Darmawan menanggapi dingin statemen salah satu kader partai Berkarya yang menyebut bahwa beberapa ketua DPC mengancam akan mundur lantaran disuruh merogoh kocek untuk kelancaran deklarasi. Darmawan bahkan menegaskan tidak memberi tempat bagi kader yang anti gotong royong.

“Salah satu bagian dari lambang partai Berkarya adalah rantai yang tidak putus. Artinya dalam internal partai itu kadernya memiliki kekeluargaan yang sangat kuat dan bergerak bersama secara gotong royong. Kalau ada kader yang anti gotong royong kami tidak memerlukan kehadiran kader seperti itu,” papar Darmawan tenang, Sabtu malam (28/4) di kantornya.

Meski demikian, lanjut Darmawan, pihaknya hanya ingin melihat kesungguhan kader partai berkarya bisa bekerja sama membangun partai ini secara kekeluargaan dan rasa memiliki partai yang tinggi.

Jika itu terjadi, lanjut Darmawan, maka kader-kader partai berkarya nantinya adalah mereka yang militan dan setia sekawan di internal partai. “Ini menjadi modal kita membangun masyarakat NTB yang sesungguhnya,” tegas Darmawan.

Darmawan mengatakan, dalam pencalonan kader, partai berkarya tidak memungut ‘Mahar’. Jika ada kader yang diminta membantu dalam pelaksanaan deklarasi partai berkarya nanti itu bukan beban, tetapi bukti kesungguhan mereka berada didalam partai.

“Kami tidak akan memaksa, kalaupun mereka tidak sanggup membantu semestinya hal itu bisa dikomunikasikan. Kader lain siap membantu. Itulah pentingnya gotong royong dan kebersamaan. Jika itu dimaknai sebagai beban tentu salah besar cara menilai kami. Dan saya tahu kader tersebut tidak intens komunikasi ke partai sehingga membuat statement seperti itu,” jelasnya.

Orang nomor satu di partai berkarya NTB ini menjelaskan bahwa partai berkarya sangat terbuka dan demokratis. Jika semua persoalan disampaikan secara jujur dan terbuka, tidak ada yang sulit dilakukan. “Itulah pentingnya gotong royong,” pungkas Darmawan.

Dihubungi terpisah, wakil ketua DPD Partai Berkarya Lombok Barat, Abdul Rahim mengatakan, bahwa apa yang dikatakan H. Darmawan terkait pembebanan kepada kader partai adalah bertolak belakang dengan statemen awal saat pertama kali merintis partai Berkarya.

“Dulu H. Darmawan bilang tidak akan membebankan kepada kadernya sepeserpun, tetapi kenyataannya terbalik. Entah alasannya itu hanya untuk melihat keseriusan caleg, tapi bukan gitu caranya. H. Darmawan harus komit dengan ucapannya yang dulu, yang tidak akan membebani kadernya,” kata Rohim.

(SN-01)

Comments
Loading...