Dibebani Biaya Deklarasi, Ketua DPC Partai Berkarya Lobar Ancam Mundur Massal

Suaranusa.com, Mataram— Sejumlah ketua DPC Partai Berkarya Lombok Barat, mengancam akan mengundurkan diri secara massal, karena ketua DPD Lombok Barat, dianggap kerap melakukan tindakan tidak prosedur, dan ingkar janji terhadap sejumlah kesepakatan bersama untuk membesarkan partai.

Puncak ancaman pengunduran diri massal ini, dilakukan sejumlah ketua DPC setelah terbitnya edaran ketua DPR Lombok Barat, Agus Kamarwan, agar 10 ketua DPC mengeluarkan iuran, untuk menyokong kedatangan ketua umum Partai Berkarya, Hutomo Mandala Putra ke Lombok 2-3 Mei mendatang.

“Sebagian besar ketua DPC Lombok Barat menyampaikan ke saya, bahwa mereka siap mundur jika diharuskan mengeluarkan uang,” ujar Abdul Rahim, Wakil Ketua DPD  Partai Berkarya Lombok Barat, Sabtu (28/4/2018).

Iuran yang harus dibayar tersebut, yaitu untuk membiayai deklarasi partai Berkaya ang rencananya akan digelar pada 3 Mei 2018 mendatang. Seperti, biaya penggalangan massa, pengadaan baju partai, gendang beleq dan lainnya dengan jumlah mencapai Rp. 5 juta per DPC.

“Ini sangat memberatkan bagi kami, apalagi dengan kondisi saat ini, apa-apa serba susah semua,” kata Rahim

Keengganan DPC merogoh kocek sendiri terjadi lantaran cara tersebut dinilai sangat memberatkan dan tidak masuk akal. Padahal, sambung Rahim, dari awal ketua DPW NTB, H. Darmawan  sudah mewanti-wanti, dan mengarahkan seluruh pengurus untuk tidak mengeluarkan biaya apapun untuk membesarkan partai, karena pemilik partai tersebut adalah orang kaya.

DPC yang sudah yang mengancam akan mundur tersebut adalah diantaranya ketua DPC Sekotong, Ayunah, ketua DPC Lingsar, Mus Muliadi, Sekertaris DPC Kuripan, Sulton  dan ketua DPC Berkarya Narmada, Bambang Khalid.

Ketua DPW Berkarya NTB Sebut Tak Ada Pungutan.

Menanggapi acaman mundur massal pengurus partai besutan Tommy Suharto ini, ketua DPW Berkarya NTB, H. Darmawan mengatakan partai tidak pernah membebani kadernya, ditingkat DPC untuk membiayai kedatangan ketua umum, malah DPW sudah menyediakan 100 sampai 200 baju untuk disebar ke masing-masing DPC.

“Gak ada biaya deklarasi kita bebankan ke DPC, yang kita bebankan itu calon anggota dewan, 100 sampai 200 baju. Masak mereka akan menjadi dewan terhormat, terus tidak mau berkorban untuk partai,” tegasnya.

“Toh, baju partai yang diminta itu untuk kepentingan diri mereka sendiri, sebagai calon dewan, karena mereka bebas untuk mendisain gambar pada baju, dengan foto dan gambar mereka.

“Selain itu, sebagai bentuk pembuktian bahwa para calon anggota dewan dari partai Berkarya ini, betul-betul memiliki massa yang akan menyokong mereka pada pileg 2019 mendatang,” imbuh Darmawan memungkasi.

(SN-01)

 

 

Comments
Loading...