Nongkrong Malam, Meregang Nyawa di Kolong Jembatan

Nongkrong Malam, Meregang Nyawa di Kolong Jembatan

Suaranusa.com, Sumbawa Besar–Juliansyah, pelajar salah satu SMK di Sumbawa, ditemukan tidak bernyawa di bawah kolong jembatan Desa Brang Kolong, Kecamatan Plampang, Rabu (09/05/2018).

Malam sebelumnya, Selasa (08/05/2018), korban bersama sejumlah rekan dan kakaknya duduk di jembatan. Tidak lama, datang tiga orang yang tidak dikenal ikut nongkrong dan tidur-tiduran di pinggir jalan. Ketiga orang tidak dikenal tersebut pun ditegur oleh rekan kakak korban supaya tidak tidur di jalan karena dikhawatirkan ada kendaraan yang melintas.

Tidak terima lantaran ditegur, seorang diantaranya menghubungi seseorang via telepon seluler. Tidak lama berselang, tibalah seorang pria yang tidak dikenal menggunakan sepeda motor warna hitam mengajak pulang ketiga orang tersebut.

Tapi cerita tidak selesai di situ. Hanya dalam waktu beberapa saat, tiba-tiba muncul mobil bak terbuka warna hitam dari arah Sumbawa yang berhenti di depan korban dan rekannya.

Di atas monbil itu ada aekitar sembilan orang yang dilengkapi senjata tajam. Mereka pun turun menyerang secara membabi buta ke arah korban dan rekannya.

Kontan, membuat mereka yang diserang kalang kabut berhamburan menyelamatkan diri. Ada yang terjun dari atas jembatan ke sungai.

Tidak lama setelah serangan itu, kakak korban dan rekannya yang lain kembali berkumpul di sekitar lokasi kejadian.

Mereka mendapati sepeda motor Supra Fit milik salah seorang rekan mereka rusak bekas diparang. Bahkan kakak korban, Yogi, luka robek di punggung. Rekannya korban, Supardi mengalami lebam di bagian kemaluan dan robek jari kaki kanan. Sementara Rival terluka di tangan kiri.

Yogi menyadari bahwa adiknya, Juliansyah (korban) tidak kembali. Dia pun bergegas bersama teman-temannya mencari. Namun pencarian berujung pilu karena adiknya ditemukan dalam keadaan tidak bernyawa di kolong jembatan.

Yogi dan rekannya langsung mengevakuasi jasad adiknya ke atas jembatan kemudian dibawa ke rumah duka. Malam itu juga kasus ini dilaporkan ke Polsek Plampang.

Mendapat laporan ini, Kapolsek Plampang beserta anggotanya menuju lokasi tempat kejadian perkara (TKP) dan melakukan olah TKP. Setelah itu ke rumah duka untuk membawa korban ke puskesmas guna dilakukan Visum Et Repertum (VER).

“Kami masih melakukan penyelidikan. Hasil pemeriksaan dokter di puskesmas, tidak ditemukan luka tebasan benda tajam di tubuh korban. Hanya ditemukan luka memar di bagian kepala,” sebut Kapolsek Plampang, AKP. Sani.

Menurutnya, diduga kuat, korban membentur benda keras saat terjun dari sungai. Sebab di pinggir sungai masih ada sisa pohon randu yang ditebang. Selain itu juga ada pipa air yang membentang di bawah jembatan itu.

Pihaknya pun telah melakukan pemanggilan terhadap sejumlah saksi. Kepada keluarga korban agar memberikan informasi sekecil apapun kepada pihak kepolisian.

“Kami berharap keluarga korban menyerahkan sepenuhnya penanganan ini kepada polisi dan tidak mengambil tindakan sendiri,” pinta Kapolsek yang low profil ini. “

Dia mengatakan telah memanggil sejumlah saksi guna memberikan keterangan. Kepada masyarakat setempat dihimbau agar tetap menjaga kondusifitas. (SN-01)

Comments
Loading...