Aset Terpidana Kasus Bank NTB Sitaan Jaksa Diduga Bermasalah

Aset Terpidana Kasus Bank NTB Sitaan Jaksa Diduga Bermasalah

Suaranusa.com, Sumbawa Besar–Proses penyitaan barang bukti aset kreditur Bank NTB Cabang Sumbawa dalam kasus penyimpangan kredit diduga bermasalah. Akibatnya, sejumlah warga yang mengaku sebagai pemilik lahan mendatangi dan mengkonfimasi ke Kejaksaan Negeri Sumbawa. Tercatat elapan bidang lahan yang diduga bermasalah. Sebab, kondisi lahan itu sudah ada bangunannya.
Kasi Pidsus Kejari Sumbawa, Anak Agung Raka PD, SH., mengakui bahwa pihaknya didatangi masyarakat memberikan penjelasan mengenai lahan mereka yang masuk dalam daftar barang bukti kasus Bank NTB.
Agung Raka menambahkan, bahwa sejauh ini, empat orang telah datang. mengklarifikasi dan sisanya masih belum datang.
Raka mengatakan bahwa pihaknya akan memasang papan tanda barang bukti di lokasi tanah tersebut karenaakan dilelang untuk mengembalikan kerugian negara.
“Bila ada pihak yang tidak puas karena merasa tanahnya akan dilelang, silakan konfirmasi ke kami,” pinta Raka.
Hasil pengecekan Kejaksaan Negeri Sumbawa bersama BPN Sumbawa terhadap sejumlah bidang lahan yang menjadi barang bukti kasus ternyaya kondisi lahan tersebut tidak sesuai dengan data yang ada.
Awalnya kasus ini ditangani polisi awal 2015 lalu ditandai dengan adanya pemberian kredit kepada 151 karyawan PTNNT senilai total Rp 7,5 miliar atau berkisar Rp 50 juta per orang.
Dalam pencairan, diduga tidak prosedural lantaran dilakukan secara langsung tanpa pengecekan lapangan dan jaminan dari kreditur.
Hasil penyelidikan polisi menetapkan tiga orang tersangka. Yakni Pimpinan Bank NTB Cabang Sumbawa, Miskan Arsyad, Wakil Pimpinan bank NTB Cabang Sumbawa, Mustaram Abas dan Penyeliam Administrasi dan Kredit, Siti Nuryanti.
Berdasarkan hasil perhitungan BPKP NTB, negara dirugikan Rp 2,38 miliar dalam kasus ini. (SN-01)

Comments
Loading...