Kasusnya P21, Kades Lape Bantah Arahkan Warga Pilih Paslon Tertentu

Suaranusa.com, Sumbawa Besar–Berkas kasus tindak pidana pemilu (Tipilu) yang melibatkan Kepala Desa (Kades) Lape, Kecamatan Lape, Sumbawa, telah dinyatakan lengkap atau P-21 oleh Kejaksaan Negeri Sumbawa, Selasa (15/05/2018).

Sebelumnya Sentra Gakumdu yang terdiri dari Panwaslu, Polri dan Kejaksaan memproses temuan pelanggaran kampanye tersebut. Setelah melengkapi berkas akhirnya melimpahkan tersangka dan barang bukti kepada Kejaksaan setempat.

Kasi Pidum Kejari Sumbawa, Lalu Mohammad Rasyidi, SH., menyatakan bahwa setelah meneliti berkas perkara tidak ada kesalahan dalam berkas perkara tersebut. Selanjutnya, Kejaksaan akan melimpahkannya ke pengadilan negeri, Rabu (16/05/2018) untuk segera disidangkan.

Kades Lape berinisial JA diduga terlibat aktif dalam kampanye pasangan calon (Paslon) Gubernur dan Wakil Gubernur NTB Ali-Sakti. Laporan ini berawal dari kampanye Paslon Ali-Sakti di Kecamatan Lape, 14 April lalu.
Kades Lape berinisial JA memberikan sambutan dalam kampanye itu.

Sambutan yang diberikan berisikan visi yang menguntungkan Ali-Sakti. Temuan Panwascam Lapr dan PPL setempat kemudian ditindaklanjuti ke tingkat Kabupaten.

JA kepada sejumlah awak media pun angkat bicara. Dia membantah bahwa dia mengarahkan masyarakat untuk memilih salah satu pasangan calon.

Dia diundang dalam kegiatan kampanye itu. Baik itu untuk paslon nomor empat maupun nomor satu. Untuk paslon nomor empat, timnya berkonsultasi dan meminjam gedung tempat diadakan silaturahim. Kemudian tim tersebut memintanya hadir untuk membuka acara. Karena diundang, dia menghadiri kampanye tersebut.

“Apapun kegiatan masyarakat, selaku Kepala Desa saya harus ikut dalam kegiatan tersebut. Saya diminta untuk membuka acara sekaligus silaturahim. Dari itu saya tidak menyampaikan dan mengarahkan masyarakat untuk memilih pasangan calon,” ungkapnya.

Namun dia mengakui bahw menyampaikan apa adanya untuk menjaga keamanan dalam Pilkada. Juga menyampaikan surat edaran Bupati, bahwa aparatur Desa salah satu poin nya dilarang untuk  ikut dalam tim atau ikut sebagai tim kampanye.

“Jadi ketika itu saya mungkin di lapor oleh Panwas. Sebagaiman saya dihadiri beberapa panggilan oleh Panwas Kabupaten Sumbawa. Saya tidak tahu nanti mungkin di Pengadilan saya tahu di mana salah saya. Yang jelas saya belum tahu dimana letak kesalahan saya,” akunya. (SN-03)

 

Comments
Loading...