Diduga Korupsi Dana Bos, Kasek dan Bendahara SMKN Lunyuk Ditahan Polisi

Suaranusa.com, Sumbawa Besar–Penggunaan dana Bantuan Operasional Sekolah (BOS) diduga dikorupsi oleh oknum Kasek dan Bendahara SMKN Lunyuk, Sumbawa.

Kedua oknum tersebut kini menjadi tersangka dan menjadi tahanan Polres Sumbawa.

Berkas kasus keduanya pun telah dikirim penyidik Sat Reskrim Polres Sumbawa ke Kejaksaan Negeri Sumbawa untuk diteliti, Rabu (23/05/2018).

Kasat Reskrim Polres Sumbawa, AKP. Zaky Maghfur, S.IK, menjelaskan bahwa pihaknya menunggu petunjuk Kejaksaan. Jika nanti berkasnya dinyatakan lengkap, maka akan menyerahkantersangka dan barang bukti. Jika masih kurang maka akan dipenuhi.

“Dalam kasus ini ada dua tersangka. Yakni Kepala SMKN 1 Lunyuk yang menjabat saat itu, As dan bendahara BOS sekolah tersebut, Aw,” ujar Zacky. Penetapan tersangka terhadap keduanya papar Kasat Reskrim, juga berdasarkan keterangan saksi dan alat bukti yang sudah memenuhi.

Zacky mengutarakan bahwa pada 2015 lalu SMKN Lunyuk mendapatkan dana BOS senilai Rp 102 juta yang diperuntukkan bagi 170 siswa dengan nilai masing-masing Rp 600 ribu. Oleh oknum Kepala Sekolah (AS) dan Bendahara (AW) dicairkan senilai Rp 67,2 juta.

Setelah dana itu cair, diduga dana itu digunakan untuk kepentingan pribadi dan hingga kini dana tersebut tidak bisa dipertanggungjawabkan. (SN-03)

Comments
Loading...