Jaksa Eksekusi Kades dan Guru Terdakwa Tindak Pidana Pemilu

Suaranusa.com, Sumbawa Besar—Kejaksaan Negeri Sumbawa akhirnya mengeksekusi terdakwa tindak pidana pemilu dalam hal ini oleh seorang oknum Kepala Desa Lape, Johar Arifin, yang mengampanyekan paslon Ali-Sakti dan oknum Guru di Kabupaten Sumbawa Barat, Abdullah, yang mengampanyekan Zul-Rohmi.

Eksekusi dimaksud bukan dalam bentuk eksekusi badan melainkan membayar denda masing-masing senilai Rp 3 juta sesuai putusan majelis hakim Pengadilan Negeri Sumbawa.

Kasi Pidum Kejari Sumbawa, Lalu Mohammad Rasyidi, SH., menerangkan bahwa eksekusi tersebut telah dilakukan Kamis (31/05/2018) lalu. Hal tersebut dilakukan sesuai ketentuan bahwa hakim memberikan waktu bagi terpidana untuk pikir-pikir selama tiga hari kerja jika melebihi waktu yang ditentukan maka akan dikenakan pidana kurungan selama dua bulan.

Dalam persidangan terhadap kedua terdakwa, Majelis Hakim Pengadilan Negeri Sumbawa memvonis pidana denda sebesar Rp 3 juta, subsidair dua bulan penjara. Putusan
ini lebih ringan dari tuntutan JPU, yakni pidana denda sebesar Rp 4 juta,
subsidair dua bulan penjara.

Kedua terdakwa dijerat dengan pasal 188 juncto pasal 71 ayat 1 undang-undang nomor 10 tahun 2016 tentang pemilihan kepala daerah dan wakil kepala daerah. Kedua terdakwa diduga
mengkampanyekan paslon Gubernur dan Wakil Gubernur NTB. (SN-03)

Comments
Loading...