Kontraktor Bendungan Arah Mano Mangkir Dari Jaksa

Suaranusa.com, Sumbawa Besar-Kejaksaan Negeri (Kejari) Sumbawa memanggil kontraktor pelaksana proyek Bendungan Arah Mano tahun 2016 yang berada di Desa Pamangong, Kecamatan Lenangguar, Sumbawa. Hanya saja, kontraktor pelaksana mangkir dari panggilan Jaksa Penyidik Kejaksaan Negeri Sumbawa.

Mengenai hal tersebut, Kasi Intel Kejari Sumbawa, Putra Riza Akhsa Ginting, SH., menjelaskan bahwa sesuai agenda, rencananya kontaktor pelaksana dalam hal ini Direktur PT. Putra Kencana akan dimintai keterangan guna mengklarifikasi  terkait proyek tersebut.

“Pemanggilan dalam bentuk surat sudah dilayangkan ke alamat perusahaan yang ada di Indramayu tapi yang bersangkutan tidak datang,” ujar Putra.

Sehingga, akan melayangkan panggilan kedua yang bukan hanya melalui surat saja, tapi juga melalui email yang dikirimkan ke alamat email perusahaan itu.

“Jika kembali tidak hadir, maka panggilan ketiga akan kembali dilayangkan. Apabila masih tidak hadir, pihaknya akan meminta bantuan Kejari Indramayu untuk melakukan pemanggilan,” tegasnya.

Pemanggilan terhadap Direktur PT. Putra Kencana ungkapnya, setelah Kejari Sumbawa turun lapangan beberapa waktu lalu.

Kejaksaan Negeri Sumbawa pada tahun 2017 menerima laporan masyarakat bahwa proyek pada 2016 lalu di Bendungan Arah Mano yang mana pada proyek sebelumnya, sayap sebelah kanan bendungan itu jebol. Berdasarkan pengecekan Kejaksaan Negeri Sumbawa di lapangan terhadap pekerjaan mayor diketahui masih ada sejumlah titik yang diminta kepada kontraktor untuk dibereskan, lantaran masih dalam masa pemeliharaan.

Pembangunan Bendungan Arah Mano tersebut diduga terjadi penyimpangan dalam pelaksanaannya. Mega proyek yang menelan anggaran sebesar Rp 18 miliar lebih dari APBN tersebut pengerjaannya di bawah koordinasi BWS Nusa Tenggara I. Dalam durasi 240 hari kalender dan kontaknya dimulai tanggal 24 Februari 2017.

Diduga kuat ada sejumlah item pekerjaan yang tidak dilaksanakan, tidak selesai tepat tapi pencairan pembayaran telah 100 persen. Bahkan pemeliharaan pasca pelaksanaan pun tidak dilakukan. (SN-03)

 

Comments
Loading...