Usai Pesta, Bandar Ganja Ditangkap Polisi

Suaranusa.com, Sumbawa Besar—Seorang bandar narkoba jenis ganja ditangkap anggota Sat Res Narkoba Polres Sumbawa usai pesta nyimeng (sebutan ganja, red) bersama dua orang rekannya di komplek perumahan BTN Olat Rarang, Labuhan Sumbawa, Kecamatan Labuhan Badas, Sumbawa, NTB, Minggu (03/06/2018) sekitar pukul 23.30 WITA.

Dari tangan bandar tersebut, Polisi mengamankan barang bukti berupa ganja seberat 2,68 ons. Ganja tersebut telah dimasukan ke plastik klip siap edar. Tercatat sebanyak 42 poket ganja. Terdiri dari satu poket besar ganja seberat 223 gram, satu poket sedang dengan berat 11 gram dan 40 poket kecil dengan berat 34 gram.

Kasat Narkoba Polres Sumbawa  Iptu. Mulyadi, SH., mengutarakan bahwa pengungkapan dan penangkapan tersebut berdasarkan informasi masyarakat. Setelah melakukan penyelidikan, anggotanya langsung bergerak menuju sebuah rumah yang dicurigai menjadi lokasi pesta ganja malam itu. Tepatnya di RT 002 RW 005, BTN olat Rarang, Desa Labuhan Sumbawa, Kecamatan Labuhan Badas.

“Ketika menggerebeg,  anggota saya menemukan tiga orang pria yang baru saja selesai menggunakan narkoba jenis ganja,” ucapnya.

Mulyadi membeberkan bahwa ketiganya yakni AP alias Leong (35) selaku pemilik rumah, kemudian RA alias Gepeng (30) dan Jf (36).  Polisi yang menemukan barang bukti akhirnya menggelandang mereka ke Mapolres Sumbawa. Hasil tes urine terharap ketiga, diketahui positif menggunakan narkoba jenis ganja.

“Hasil pemeriksaan sementara, Leong sebagai bandar ganja. Menurut pengakuannya, ganja tersebut didapatkan dari seseorang di Mataram,” kata Mulyadi.

Terhadap perbutaannya tersebut, Leong dikenakan Pasal 112 ayat 1 Juncto pasal 111 ayat 1, Juncto pasal 114 ayat 1, Juncto pasal 127 ayat 1 huruf a, undang-undang Nomor 35 tahun 2009 tentang narkotika. Adapun ancaman hukumannya berkisar empat sampai 20 tahun penjara.

“Leong sudah ditetapkan sebagai tersangka. Gepeng dan Jf masih berstatus diamankan guna pengembangan lebih lanjut,” kata Kasat Res Narkoba Polres Sumbawa.

Dia menambahkan  terhadap  RA (Gepeng, red) dan Jf dikenakan pasal 127. Karena mereka mengetahui ada peredaran narkoba tapi tidak melaporkannya. (SN-03)

Comments
Loading...