Bau Pemalsuan Dokumen Dalam Tender Proyek SIKIM

Ketua dan Anggota Pokja Beri Klarifikasi

Suaranus.com, Sumbawa Besar—Sejumlah pihak memasukkan pengaduan ke Kejari Sumbawa terkait proses lelang proyek SIKIM. Sebab, diduga ada pemalsuan dokumen oleh perusahaan pemenang tender. Yakni terkait tenaga ahli yang digunakan perusahaan tersebut. Diketahui, proyek pembangunan SIKIM ini akan dibangun dengan anggaran sebesar Rp 5,7 miliar. Rencananya, pembangunannya akan memakan waktu sekitar lima bulan.

Kejaksaan Negeri Sumbawa pun mempelajari laporan dan mulai menindaklanjutinya. Diawali dengan pembahasan di internal Kejari Sumbawa mengenai pelaksanaan proyek SIKIM dari Dinas Koperasi UKM Perindustrian dan Perdagangan Sumbawa, akhirnya Kejari Sumbawa memintai Ketua dan Anggota Pokja memberikan klarifikasi seputar tender proyek tersebut.

Klarifikasi yang dilakukan pada Kamis (07/06/2018) tersebut dihadiri Ketua Pokja tender proyek–Yohanes Balo dan anggotanya–Risma Yulia.

Terkait klarifikasi tersebut, Kasi Intel Kejari Sumbawa, Putra Riza Akhsa Ginting, SH mengonfirmasi bahwa pihaknya memang memanggil kedua orang tersebut yang sebelumnya diawali dengan pemberian dokumen dari Pokja kepada Kejaksaan.

“Setelah klarifikasi ini, akan dilakukan rapat internal dengan Anggota TP4D Sumbawa dalam rangka menentukan sikap atas pengaduan itu. Lebih penting lagi untuk mengetahui apakah ditemukan perbuatan melawan hukum di dalamnya,” sebut Putra.

Tenaga Ahli pemenang tender juga ikut menjadi sasaran pemanggilan Kejaksaan Negeri Sumbawa sebab yang bersangkutan disebutkan bekerja di perusahaan lain, meski disertakan sebagai anggota pelaksana lapangan dalam perusahaan pemenang tender.

Dalam masalah ini, Kejaksaan menelisik pihak yang diduga memalsukan dokumen spesifikasi pekerjaan.  Indikasinya, ditemukan ada ketidaksamaan antara spesifikasi pekerjaan dengan data yang dimasukkan dalam lamaran perusahaan.  (SN-03)

Comments
Loading...