Gara-gara SPPD, Penyidik Tipikor Periksa Para Politisi Fraksi Gerindra

Sumbawa Besar–Penyidik Unit Tipikor Sat Reskrim Polres Sumbawa, Rabu (06/06/2018), memeriksa Ketua dan anggota Fraksi Gerindra DPRD Sumbawa.

Mereka diperiksa lantaran dilaporkan masyarakat terkait dugaan penyalahgunaan SPPD. Mereka yang berjumlah lima orang secara bergantian diperiksa.

Antara lain, Andi Rusni (Ketua), dan para anggota Fraksi–Hamzah Abdullah, Syamsul Nurdin, Muhammad Faizal, dan Syarifuddin.

Dari kelimanya, hanya Andi Rusni yang bersedia memberikan keterangan kepada wartawan. Sedangkan empat orang lainnya memilih bungkam dan menghindari wartawan.

“No comment,” ujar Hamzah Abdullah.

“Saya mengurus SKCK di Polres Sumbawa,” kilah anggota Fraksi Gerindra lainnya, Muhammad Faizal.

Kepada wartawan, Andi Rusni, menyampaikan bahwa kelimanya memenuhi panggilan Penyidik guna pemeriksaan terkait adanya dugaan penggunaan SPPD yang tidak pada tempatnya.

SPPD itu kata Andi Rusni, seharusnya digunakan untuk melakukan konsultasi ke DPR RI di Jakarta, tapi diduga digunakan untuk kegiatan partai di Hambalang.

Sementara keterlibatan Andi Rusni dalam masalah tersebut dia akui tidak ada sama sekali lantaran tidak mengikuti agenda Fraksinya.

“Saya tidak mengikuti agenda tersebut. Karena pada saat yang bersamaan isteri saya melahirkan.  Maka saya harus mendampingi isteri saya,” ujarnya.

Dia menyebutkan bahwa penggunaan SPPD tersebut di kisaran tanggal 11 sampai 13 April 2018.

Menurutnya, biaya perjalanan dinas ini sekitar Rp 12 juta perorang. Seharusnya, SPPD tersebut digunakan untuk kepentingan DPRD Sumbawa. Bukan untuk kepentingan partai.

Kasat Reskrim Polres Sumbawa, AKP. Zacky Maghfur, SIK yang dikonfirmasi memilih tidak berkomentar.

“Saya tidak bisa berkomentar tentang pemeriksaan itu,” kata Zacky. (SN-03)

 

Comments
Loading...