Proses Hukum Pelaku Pemukulan Polisi Saat Nyongkolan Tetap Berlanjut

Suaranusa.com, LOMBOK BARAT – Niat permintaan maaf Warga Dusun Bermi Desa Jagaraga Kecamatan Kuripan Lombok Barat, terkait kasus pemukulan anggota Polisi Polres Lombok Barat yang dilakukan oleh tiga pemuda pada saat nyongkolan, hingga saat ini masih diproses.

Pasalnya, Pihak polres Lobar mengaku hingga saat ini masih belum menerima permintaan maaf baik secara tertulis ataupun ucapan langsung dari warga Bermi terkait insiden tersebut.

“Minta maaf boleh dan itu kami hargai, namun dari pihak kami khususnya pihak Reskrim belum menerima, baik secara tertulis maupun lisan permintaan maaf tersebut,” ujar Kasat Reskrim Polres Lobar AKP Priyo Suhartono saat konfresi pers jumat (06/07/2018) di Mako Polres Lobar.

Kendati demikian, pihak Polres Lobar tetap akan memprses kasus ini meskipun pihak warga telah meminta maaf. Sebab, kejadian tersebut telah masuk ke ranah hukum yang harus diproses.

“Kami tetap akam melakukan proses hukum, ini sebagai pembelajaran bagi pelaku, paling tidak sebagai efek jera,” Imbuh Priyo.

Hingga saat ini, ketiga pelaku pemukulan anggota polisi masih tetap dalam pengamanan Polres Lombok Barat.

Sementara itu, keluarga Pelaku yag juga salahs atu tokoh masyarkat Bermi, Asmuni mengaku bahwa pihak warga dan keluarga pelaku telah menyampaikan permintaan maaf tersebut.

“Kami sudah menghantar permintaan maaf kami yang secara tertulis kemarin (Kamis) siang, dan kami serahkan ke Pak Wakapolres,” kata Asmuni.

 

KRONOLOGIS KEJADIAN

Untuk diketahui pada hari minggu 2 juli 2018, telah terjadi insiden penganiayaan terhadap dua orang anggota polisi yaitu Brigadir Wayan Partayasa, dan Bripka Muhtar Kusuma oleh tiga orang pemuda berinisial SKN, AD dan JY.

Insiden tersebut bermula saat warga bermi menggelar adat nyongkolan ke dusun Dua Pelet melalui jalur BIL. Saat adzan magrib dikumandangkan, anggota polisi tersebut mengimbau untuk menghentikan lagu kecimol.

Namun pihak warga meminta satu lagu lagi, permintaan tersebut akhirnya diiyakan oleh anggota. Dan setelah itu, kedua anggota polisi itu kembali mengatur lalu lintas.

Namun, secara tiba tiba pelaku memukul kepala bagian belakang Brigadir Wayan. Setelah itu, pelaku juga mengeluarkan kata kata kasar dan kotor terhadap polisi sambil mendorong si Anggota polisi hingga anggota tersebut jatuh ke sawah.

Sedangkan Bripka Muhtar yang datang hendak melerai aksi brutal pelaku juga didorong oleh warga sehingga Bripka Muhtar juga terjungkal ke sawah.

(SN04)

 

 

 

 

 

Comments
Loading...