Ainuddin Nakhodai HPI NTB, Forum Jurnalis Pariwisata Siap Bersinergi

suaranusa.com – Kedua kalinya Dr. Ainuddin menakhodai pucuk pimpainan DPD HPI NTB periode 2018-2023. Usai terpilih, Ainuddin mengungkapkan pandangannya terkait tantangan dunia pariwisata NTB di era digital.

Menurut Ainuddin, di era digital seperti sekarang ini telah membuat penjualan produk pariwisata menjadi serba instan. Karenanya sebagai komitmennya, ia akan berjuang untuk mengembalikan penjualan produk wisata yang sejalan dengan perkembangannya saat ini telah diambil oleh vendor online.

“Kita mengetahui semua itu serba instan di era digital ini. Dulu kita mengetahui yang namanya travel agent menjadi onestop shopping, ada tiket disana, voucher hotel disana, orang diving, semua membelinya di sana tetapi semua produk itu di ambil oleh vendor yang namanya online, maka tidak boleh yang namanya go guide atau tourist guide digital. HPI akan berjuang untuk melindungi anggotanya,” tegasnya.

Namun demikian, prioritas utama yang saat ini harus diperjuangkan Ainuddin yakni pengadaan kantor DPD HPI NTB yang saat ini masih bernaung di rumah pribadi sementara. Sebagai langkah awal Ainuddin akan melakukan revitalisasi kepengurusan, sekaligus mengakomodir seluruh anggota HPI yang memiliki satu pemahaman untuk pengembangan dan pembangunan daerah. “Saya mohon semua pihak turut serta membantu, dan tentunya saya berharap pengurus-pengurus yang baru nanti jauh lebih baik dari kepengurusan pada masa sebelumnya,” katanya di hadapan wartawan, Senin (10/7/2018).

 

FJP Berikan Selamat

Pada kesempatan yang sama, Ketua Forum Jurnalis Pariwisata (FJP), Suparman menyampaikan ucapan selamat kepada Ainuddin atas keterpilihannya kembali menakhodai DPD HPI NTB.

“FJP mengucapkan selamat atas terpilihnya Dr. Ainuddin sebagai ketua DPD HPI NTB untuk kedua kalinya. Apa yang menjadi tekadnya utk terus memajukan pariwisata merupakan langkah luar biasa. Terlebih keberadaan pariwisata NTB kini menjadi perhatian dunia,” ungkap Suparman.

FJP meyakini kepemimpinan Ainudin akan mampu membesarkan nama NTB khususnya di bidang kepariwisataan dengan terus meningkatkan pelayanan kepada wisatawan.

“Kami rasa Ainuddin cukup berpengalaman, bagaimana memberikan pelayanan terbaik kepada wisatawan, karena sudah pernah menjajaki berbagai negara,” katanya.

Suparman pun memberikan catatan tentang beberapa hal perlu dikomunikasikan di internal HPI terkait adanya isu dugaan permainan pramuwisata. “Oknum pramuwisata terkesan rebutan membawa tamu masuk artshop tertentu untuk membeli oleh-oleh  dengan dijanjikan fee lebih besar oleh pemilik arshop,” ujarnya.

Hal itu, lanjut Suparman, akan berdampak kurang baik terhadap kemajuan pariwisata karena, terkesan ada persaingan tidak sehat ditingkat pramuwisata sendiri maupun pemilik artshop. “Karenanya, kami FJP mendukung rencana HPI memberikan pendidikan khusus kepada pramuwisata dalam meningkatkan kualitas pelayanan bekerjasama dengan pemerintah. Selaku FJP yang di dalamnya dari kalangan media siap bersinergi demi kemajuan  pariwisata di NTB,” imbuh Suparman. (SN01)

 

Comments
Loading...