Disperindag Lobar Dorong Pelaku IKM, Puluhan Bantuan Paket Peralatan Disebar

suaranusa.com – Dalam mengembangkan dan meningkatkan kapasitas industri kecil menengah (IKM) khusus masyarakat miskin, Pemerintah Daerah Kabupaten Lombok Barat melalui Dinas Perindustrian dan Perdagangan, menyalurkan puluhan paket bantuan berupa mesin dan peralatan produksi.

Kepala Bidang Industri Kimia Agro danHasil Hutan (IKAHH), H. Amarudin menjelaskan, guna menunjang kelancaran produktifitas kegiatan kelompok IKM, serta membantu kegiatan kemasyarakatan, oleh Disperindag Lobar tahun 2018 sekarang memberikan support berupa bantuan peralatan.

“Kelompok IKM tersebut telah memenuhi syarat sebagai penerima bantuan, berdasarkan kebutuhan kelompok itu sendiri,” jelasnya.

Amarudin lebih jauh menjelaskan, terdapat puluhan jenis peralatan, seperti mesin peralatan pengolahan gula aren, mesin pengolahan turunan gula aren, mesin peralatam kemasan produk pangan, alat pengolahan pangan bagi IKM pemula, kemasan untuk gula aren, mesin peralatan aneka pangan berbasis buah, mesin peralatan pengolahan gula cair, kemasan gula cair, kemasan untuk turunan gula aren, disalurkan Disperindag .

Selain itu, terdapat pula mesin peralatan finishing meubler atau kerajinan kayu, mesin peralatan kerajinan pelepah pohon aren, mesin peralatan kerajinan bambu bagi IKM, mesin peralatan meubler, peralatan industri kerajinan gerabah bagi IKM pemula, peralatan industri batu nata bagi IKM pemula, peralatan industri bahan bangunan dari semen bagi IKM pemula, peralatan industri batu bata bagi IKM pemula dan peralatan industri genteng bagi IKM pemula serta mesin peralatan diversifikasi produk bahan bangunan dari semen.

“Puluhan jumlah jenis bantuan tersebut belum semuanya terbagi, karena masih menunggu lagi kelengkapan kelompok. Namun akan dibagikan semuanya,” ucapnya.

Adapun semua penerima bantuan diwajibkan untuk mempertanggungjawabkan penggunaan bantuan, sesuai dengan rencana penggunaan barang, serta melaporkan pertanggungjawaban melalui Disperindag.

“kami sudah menandatangani Fakta Integritas, terhadap semua kelompok penerima manfaat dan itu harus bisa dipertanggungjawabkan,” tegasnya.

Selanjutnya, kepada masing masing kelompok, tetap akan dipantau dan dievaluasi untuk mengetahui sejauh mana progres mereka. Jika memang progresnya bagus, tetap akan di-back up dan sebaliknya, jika kondisinya berjalan di tempat, akan dicari tahu sebab dan akibatnya, sehingga bisa dikembangkan lagi. (SN04)

Comments
Loading...