Dokumen Tender Palsu, Jaksa Rekomendasikan SIKIM Dihentikan

Suaranusa.com, Sumbawa Besar—Kejaksaan Negeri Sumbawa, merekomendasikan agar pembangunan proyek bangunan Sentra Industri Kecil dan Menengah (SIKIM) dihentikan lantaran ditemukan adanya kecatatan dalam kontrak tender proyek tersebut.

Temuan Kejari Sumbawa tersebut berawal dari adanya laporan pengaduan masyarakat terkait dugaan penyimpangan pada tender proyek SIKIM. Berdasarkan pengumpulan data dan bahan keterangan (pul data dan pul baket), Jaksa menemukan indikasi adanya praktik pemalsuan dokumen dalam proses tender.

“Sehingga kami akan segera mengirimkan surat rekomendasi kepada Dinas Koperasi UKM Perindusterian dan Perdagangan  Kabupaten Sumbawa, agar proyeknya dihentikan. Hal ini sesuai dengan undang-undang jasa konstruksi,” tegas Kajari Sumbawa, Paryono, SH. MH., Selasa (10/07/2018).

Kajari menyebutkan, pihaknya menyerahkan kepada Dinas KUKM Indag Kabupaten Sumbawa selaku leading sektor untuk melanjutkan proyek tersebut. Apakah prosesnya akan diulang atau bagaimana.

Menurut Kajari, berapapun progres pembangunannya maka harus dibayar sesuai persentase pekerjaan dan isi kontrak, tapi jika terus berlanjut maka akan terjadi kerugian negara di dalamnya. Apalagi diketahui sudah ada penyimpangan di dalamnya.

Dalam pengaduan masyarakat kepada Kejari Sumbawa, disebutkan bahwa diduga terjadi praktik pemalsuan dokumen oleh perusahaan pemenang tender, spesifik terhadap tenaga ahli yang digunakan perusahaan tersebut.

Proyek ini dikerjakan dengan menelan anggara APBN senilai Rp 5,7 miliar. Sesuai kalender kerja, durasi pengerjaan membutuhkan lima bulan. (SN-03)

 

Comments
Loading...