Melanggar Aturan Keimigrasian, WNA Terancam Projustitia

Suaranusa.com, Sumbawa Besar—Para Warga Negara Asing (WNA) yang melakukan pelanggaran keimigrasian akan dikenakan tindakan projustitia oleh Kantor Imigrasi Kelas II A Sumbawa. Tindakan tersebut merupakan bentuk ketegasan dan penegakan aturan keimigrasian.

Kepala Kantor Imigrasi Sumbawa, Andi Cahyono Bayuadi, menegaskan bahwa jajarannya akan meningkatkan pengawasan WNA di dua Kabupaten, Sumbawa dan Sumbawa Barat.

“Selain pengawasan, penindakan yang dilakukan juga menjadi atensi. Jika selama ini sanksi yang diberikan kepada WNA yang melanggar aturan keimigrasian lebih mengarah kepada tindakan administrasi, maka dalam tahun ini akan ditekankan ke penindakan projustitia,” tegasnya.

Sebenarnya papar Andi, pihaknya memiliki dua kewenangan dalam menindak WNA yang membandel terhadap aturan. Yakni, pertama tindakan administrasi keimigrasian (TAK) dan tindakan projustitia.

“Selama ini kami sering menindak secara administrasi keimigrasian. Tapi tahun ini kami tindak melalui jalur projustitia,” ujar Andi.

Dia menjelaskan, ada batasan pelanggaran yang tidak akan dikenakan tindakan projustitia. Salah satunya adalab overstay atau melebihi batas waktu tinggal sampai 60 hari. Jika melebihi 60 hari overstay maka akan dikenakan tindakan projustitia. Jika hanya lalai satu hingga tiga hari over stay tidak akan dikenakan projustitia sesuai Undang-Undang Keimigrasian nomor 6 tahun 2011.

Upaya yang ditempuh Kantor Imigrasi Kelas II A Sumbawa untuk menindak tegas para WNA, yakni dengan tetap melakukan operasi untuk pengawasan keberadaan orang asing. Melalui tim pengawasan orang asing (Tim Pora) bekerjasama dengan sejumlah instansi terkait. (SN-03)

Comments
Loading...