RSUD Praya Beli Inkubator Baru 2 Tidak Normal, Anggota Dewan Turun Periksa

suaranusa.com – Permasalahan pembelian inkubator bayi yang baru sebanyak 5 unit oleh Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Praya, Lombok Tengah, tidak henti disoroti. Selain pernah diselidiki polisi, kini anggota dewan ikut turun memeriksa.

Pasalnya pembelian Inkubator baru sebanyak lima unit yang menggunakan APBD tahun 2017 ini sudah rusak atau tidak bisa digunakan.

Kepala ruangan NICU RSUD  Praya Winarni menjelaskan, keadaan dua dari lima unit inkobator bayi yang baru tetsebut saat ditemui awak media selasa (10/7/2018) di kantornya.

“RSUD membeli inkubator itu sebanyak 5 unit, namun sementara 2 unit masih diperbaiki atau suhunya sedang distabilkan,” terangnya.

Dijelaskanya juga dengan belum berfungsi secara normal dua inkubator bayi  tersebut, sehingga jumlah inkubator bayi dengan nilai anggaran sekitar ratusan juta itu, kini hanya bisa terpakai tiga unit.

“Sekarang lagi dalam perbaikan suhunya, kalau sudah stabil baru kita bisa terima,” tegasnya.

Terkait pertanyaan awak media yang menyinggung masalah anggaran pengadaan,  Winarni tidak mengetahui dengan jelas, karena dirinya selaku kepala pengelolaan Ruang Neonatal Intensive Care Unit (NICU) hanya menerima saja. “Kalau masalah harga pasti, saya tidak tahu,” ujarnya.

Sementara itu, anggota komisi IV DPRD Lombok Tengah, H. Ahmad Supli mengatakan, pihaknya sudah turun langsung, untuk melihat kondisi inkubator bayi yang dikeluhkan oleh masyarakat tersebut.

“Kami secara langsung sudah turun, dan tidak ada masalah untuk pelayanan di ruang NICU, dan Inkubator itu juga saat ini sedang diperbaiki,” katanya.

Terkait besaran anggaran yang digunakan untuk membeli alat inkubasi bayi tersebut, pihak Dewan Loteng akan mempertanyakannya kepada pihak yang bersangkutan, dalam hal ini jajaran RSUD Praya.

Sampai saat ini pihak Direktur RSUD Praya sendiri belum bisa dikonfirmadi oleh awak media. Kasus inkubator ini masih terus didalami oleh Kepolisian Polres Lombok Tengah. (SN04)

Comments
Loading...