Ngancam Hendak Bunuh Kades, Oknum Pegiat LSM Berurusan Dengan Polisi

Suaranusa.com, Sumbawa Besar–Muhammad Taufan–oknum pegiat LSM di Sumbawa harus berurusan dengan aparat Kepolisian karena dilaporkan mengancam dan hendak menebas Kepala Desa Pungkit, Moyo Utara, Kabupaten Sumbawa.

Kasat Reskrim Polres Sumbawa, AKP. Zacky Maghfur, SIK mengonfirmasi bahwa dugaan pengancaman ini terjadi Senin (09/07/2018).

Dia menjelaskan bahwa dugaan pengancaman ini terjadi akibat persoalan tanah. Bahwa terlapor  Muhammad Taufan meminta solusi kepada Kepala Desa Pungkit, Kecamatan Moyo Utara, Syafii Unding. Tapi tidak mendapatkan jawaban yang memuaskan.

Karena tidak puas, akhirnya Taufan disebut pihak pelapor mengamcam dan juga mengancungkan parang kepada Kades.

“Namun, menurut keterangan Taufan, dia hanya memaki saja sambil mengeluarkan parang. Saksi ada kok dan  menyatakan Taufan akan membunuh Kepala Desa,” sebut Kasat Reskrim.

Dia menambahkan, setelah ada laporan terkait dugaan pengancaman ini, Taufan diminta untuk datang ke Polsek Moyo Hilir secara baik-baik. Dia pun mengamankan diri di Polsek.

Zacky mengatakan atas perbuatannya, Taufan terancam dijerat dengan pasal 355 KUHP tentang pengancaman atau perbuatan tidak menyenangkan.

“Juga ada pengecualiannya, yakni pasal 21 KUHAP.  Dengan ancaman hukuman di bawah lima tahun, namun masuk dalam lingkup pasal 21 KUHAP, dimungkinkan untuk ditahan.

Taufan yang ditemui membantah bahwa dia mengancam Kepala Desa menggunakan parang. Hanya saja dia tidak menjawab saat ditanya wartawan apakah saat itu membawa parang.

“Harus juga dilihat penyebab terjadinya persoalan ini. Kades mengeluarkan Sporadik palsu atas bidang lahan di Desa kami. Seharusnya Sporadik itu dikeluarkan tanpa tanda tangan,” ungkap Taufan. (SN-03)

Comments
Loading...