Lombok Barat Kembali Dijajaki untuk Event Internasional

suaranusa.com, Lombok Barat – Setelah even Multilateral Naval Exercise Komodo (MNEK yang pembukaannya mengambil lokasi di Pelabuhan Lembar pada bulan Mei 2018 lalu, kini Lombok Barat NTB kembali dilirik menjadi lokasi penyelenggaraan even internasional.

Even yang dimaksud adalah Konferensi Internasional yang akan melibatkan para mahasiswa, pelajar, dan akademisi dari negara Australia, Selandia Baru, dan negara-negara Asia Tenggara yang tergabung dalam organisasi Asean. Konfrensi tersebut akan fokus membahas isu global terkait dengan terorisme dan wawasan kebangsaan.

Acara ini digagas oleh Kementerian Koordinator Politik, Hukum, dan Keamanan (Kemenkopolhukkam)  RI yang menugaskan beberapa orang untuk melakukan penjajagan lokasi. Selain itu, kesediaan pemerintah daerah serta kajian terhadap aspek keamanan di lokasi yang dijajaki. Tim tersebut terdiri dari Kolonel Kun Wardana, Kombes Pol Drs. Sutekad Mujiharjo, SH., MH.,  Wahyu Permana, dan Khairuman.

Sementara itu, pimpinan yang didapuk mengetuai tim penjajakan, Kolonel Kun Wardana menyatakan bahwa seluruh kabupaten/kota di Pulau Lombok sedang dijajaki sebagai lokasi konferensi yang rencanya akan diselenggarakan pada tanggal 4-6 Agustus 2018 mendatang.

Hal tersebut disampaikannya ketika bertemu Bupati Lombok Barat, H. Fauzan Khalid di ruang kerjanya, Jum’at (13/07). Fauzan didampingi oleh Kepala Bakesbangpol Lombok Barat, HM. Fajar Taufik beserta staf secara langsung mendengarkan paparan tim dari Kemenkopolhukam tersebut.

Dalam rencana pelaksanaan konfrensi tersebut, selain membahas tentang wawasan kebangsaan yang terkait dengan globalisasi dan terorisme, konfrensi juga akan membahas soal fenomena media sosial sebagai alat penyebaran berita.

“Selain trend positif, trend-trend negatif pun sudah merambah ke seluruh aspek kehidupan berbangsa. Media sosial yang menjadi trend pun justru banyak menjadi alat penyebaran berita hoax,” papar Kun Wardana.

Sementara itu, menurut Bupati Fauzan, Lombok Barat (Lobar) memiliki banyak potensi untuk menjadi sasaran riset di bidang toleransi dan stabilitas keamanan.

“Walau masuk dalam kategori rawan, kita sukses menyelenggarakan Pilkada dengan aman,” ujar Fauzan, yang berpasangan dengan mantan Ketua DPRD Lobar, Hj. Sumiatun pada Pemilihan Bupati 27 Juni lalu.

Kondisi keamanan tersebut tambah Fauzan, ditopang oleh koordinasi yang baik dengan Forum Komunikasi Pimpinan Daerah (Forkopimda), sehingga mampu mendeteksi dini hal-hal yang negatif bagi keamanan.

“Sampai saat ini Lobar tempat yang aman dan terbebas dari terorisme,” kata Fauzan.

Demikian juga dalam hal toleransi antar agama, Lobar dinilai sangat aman. Walau penduduknya lebih dari 6% adalah penganut umat Hindu dan agama lainnya. Akan tetapi mereka bisa hidup rukun dan bisa berdampingan dengan umat Islam yang mayoritas lebih dari 92%.

Tim penjajakan dari Kemenkopulhukam tersebut tidak hanya menggali informasi dari bupati selaku orang nomor satu di Lobar, namun juga mendatangi Kapolres Lobar dan Dandim 1606 di hari yang sama. (SN04)

Comments
Loading...