Terungkap, Insiden Selebrasi Bendera Merah Putih yang Dipakai Lalu Zohri

suaranusa.com – Nama Lalu Muhammad Zohri sedang menjadi perbincangan hangat. Berita tentang torehan prestasinya menjadi trending topik di jagat linimasa setelah berhasil memenangi kejuaran dunia lomba lari 100 meter putra di kejuaraan Dunia Atletik U-20 di Tempere, Finlandia, Rabu (11/7/2018) lalu.

Rasa bangga dan pujian atas kegemilangan prestasi Zohri. Bukan hanya itu, linimasa dunia sosial juga ramai menyinggung tentang keadaan rumah tinggal keluarga Zohri yang terbuat dari dinding bedek, tentang hadiah sabun dan odol yang pernah didapatnya, soal kesederhanaan hidup Zohri yang kurang mampu, bahkan untuk membeli sepatu. Banyak hal yang terungkap dari kehidupan pribadi Zohri, pemuda yatim piatu dari Dusun Pangsor, Desa Pemenang Barat, Kecamatan Pemenang, Kabupaten Lombok Utara NTB.

Belakangan muncul dan ramai diperbincangkan tentang rekaman video lalu Muhammad Zohri ketika detik-detik pengumuman keluar sebagai jawara dunia di nomor lari cepat jarak 100 meter.

“Perhatikan kedua tangan Sang Juara yang mengharumkan Indonesia, khususnya NTB. Terlihat kedua tangannya bertepuk-tepuk sembari kedua bola matanya mengitari luasnya arena berlaga. Berulang kali matanya terfokus pada salah seorang penonton yang dianggapnya satu negara namun pandangannya lagi-lagi kandas,” tulis akun M Suhaili EF di laman facebooknya.

Di momen kemenangan serta keberhasilannya mengharumkan nama baik Indonesia, NTB khususnya. Pria yatim piatu ini berharap ada sesosok orang yang mengelus-elus pundaknya, bahkan mengusap kepalanya sebagai salah satu bentuk kebanggaan.

“Setidaknya itu yang diharapnya, namun apa yang terjadi? Di detik-detik terakhir menjelang finis, tak sepatah kata pun terdengar seruan namanya diteriaki pendukung, apa lagi ada orang yang membopongnya keliling lapangan layaknya bupati atau kades terpilih. Dengan demikian, ia harus meneriaki dirinya sendiri, menyemangati dirinya, bahkan mengelus-ngelus pundaknya sendiri,” komentar Suhaili, Netizen dari Lombok Tengah ini.

Tak hanya itu, akun twitter @mowad1010 menulis, “Someone should’ve given him a Polish flag than reverse it (seseorang harus memberinya bendera Polandia lalu membaliknya)” tweet Mario Wilson itu tertanggal 12 Juli 2018 di video berdurasi 3:45 menit yang ditayangkan di akun youtobe kanal TV Menarik.

Sontak insiden bendera tersebut mendapat reaksi dari netizen. Burhanuddin Muhtadi, pengamat politik kawakan ikut ngetwett di akun twetternya.

“Ini sindiran buat official kita yang tak segera memberikan bendera merah putih ke Zohri. Lihat video panjangnya memang terlihat Zohri celingukan nyari official dari Indonesia. Jangan terulang lagi,” tulis Burhanuddin Muhtadi dalam ulasan video yang menyinggung insiden setelah pengumuman juara dunia Lalu Muhammad Zohri yang tak disambut kalungan bendera merah putih dari official Indonesia.

Terkait insiden tersebut, Wiwiek Setyawati Firman, Duta Besar Indonesia untuk Finlandia memberikan klarifikasi tertulisnya. Ia menjelaskan bahwa pihaknya tak punya akses untuk ikut masuk ke dalam arena untuk memberikan bendera, terkecuali wartawan televisi.

“Sangat banyak media Amerika Serikat (AS) yang siap meliput di garis finish. Mereka sudah bawa bendera mereka karena mereka yakin AS selalu menang di sprint 100 meter” tulis Wiwiek sebagaimana dikutip dari kompas.com

“Media Indonesia satu pun tidak ada yang hadir. Jadi, tidak ada media kita yang meliput di garis finis. Sementara para pelatih duduk di tribune, tidak boleh masuk ke lintasan. Bagaimana pelatih bisa cepat masuk ke garis finis berikan bendera, dibanding wartawan-wartawan AS yang memang sudah siap siaga meliput di garis finis?” ungkap Wiwiek. (SN01)

Comments
Loading...